22 Februari 2009

sistem ekskresi

SISTEM EKSKRESI

Ekskresi

Organ-organ ekskresi

(paru-paru, ginjal dan kulit)

Ginjal

(Struktur, fungsi dan selektif reabsorbsi)

Keseimbangan air dan osmoregulator

(mengontrol konsentrasi darah)

Alat dialysis

Homeostasis

(kemampuan menstabilkan lingkungan dalam)

EKSKRESI

Reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sel tubuh organisme berfungsi untuk mempertahankan sel agar tetap hidup. Beberapa produk dari reaksi ini bersifat racun dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Contoh: gas karbondioksida yang dihasilkan dari proses pemecahanan glikosa selama proses respirasi. Gas ini akan dikeluarkan oleh darah ke paru-paru.

Kelebihan asam amino akan di deaminasi menjadi glycogen dan urea di hati. Urea akan dikeluarkan dari jaringan tubuh oleh darah dan di desak untuk dikeluarkan oleh ginjal. Urea dan produk limbah sejenisnya, seperti asam urat (hasil pemecahan protein) mengandung unsur nitrogen disebut limbah nitrogen.

Air dan garam-garaman diambil dari kelebihan bahan makanan yang dibutuhkan tubuh. Kelebihan subtansi makanan yang dibutuhkan akan dikeluarkan secepat proses penyusunan

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang mempengaruhi kerja system-sistem tubuh. Contoh adrenalin, yang berfungsi memacu irama jantung. Setelah selesai melakukan pekerjaan, hormone akan dirubah di hati, dan diekskresikan oleh ginjal berbentuk larutan yang disebut urin

Ekskresi ada sebutan untuk istilah pengeluaran hal-hal berikut:

1. Limbah produk reaksi-reaksi kimia

2. Kelebihan air dan garam-garaman yang diambil dari makanan

3. Hormone

Organ Ekskresi

Paru-paru

Paru-paru berfungsi untuk mensuplai oksigen ke tubuh. Paru-paru juga termasuk alat ekskresi sebab memiliki kemampuan membuang gas karbondioksida, selain itu paru-paru juga dapat mengeluarkan sejumlah uap air, tetapi paru-paru tidak dapat mengontrol dan tidak ada cara untuk mengtrol jumlah air dalam tubuh

Ginjal

Ginjal memiliki kemampuan mengeluarkan uraa dan sampah nitrogen lainnya dari darah. Ginjal juga dapat mengeluarkan kelebihan air, garam-garaman, hormon dan minuman beralkohol.

Hati

Air empedu yang berwarna kuning kehijauan dan bilirubin merupakan hasil pemecahan hemoglobin oleh hati. Bilirubin diekskresikan dalam bentuk cairan menuju ke usus halus dan dikeluarkan bersama-sama feses. Bilirubin mengalami perubahan dalam usus halus dan memberi warna coklat pada feses

Kulit

Keringat berisi air, yang didalamnya terkandung garam natrium chloride dan sedikit urea. Ketika kita berkeringat, kita akan mengeluarkan subtansi tersebut dari tubuh kita dapat merasakan bahan-bahan itu telah dikeluarkan dari tubuh. Terkadang berkeringat merupakan respons tubuh karena meningkatnya temperature dan bukan karena perubahan komposisi darah. Pada kasus ini kulit bukanlah organ ekskresi seperti halnya paru-paru dan ginjal.

Organ ekskresi

Hasil proses ekskresi

Hasil ikutan

Paru-paru

Carbon dioksida

air

ginjal

Sampah nitrogen, air, garam-garaman, racun, hormone, dan minuman beralkohol


hati

Empedu, bilirubin


Kulit


Air, garam-garaman, urea

GINJAL

Struktur

Ginjal berbentuk oval seperti biji kacang, berjumlah 2 buah, berwarna coklat kemerahan, dilapisi oleh membrane transparan. Warna merah gelap ini disebabkan dalam ginjal banyak mengadung pembuluh darah.

Ginjal kiri posisinya lebih tinggi dibandingkan ginjal kanan. Panjangnya sekitar 4 – 5 inci, tebalnya 2 inchi, dan beratnya berkisar antara 4 – 6 gr atau sebesar kepalan tangan. Struktur ginjal terdiri atas lapisan luar yang disebut cortek, lapisan tengah disebut medulla dan lapisan dalam yang disebut pelvis.

Ginjal berhubungan dengan 2 pembuluh darah, yaitu pembuluh darah arteri merupakan percabangan dari aorta yang membawa darah yang mengandung oksigen ke ginjal dan pembuluh darah vena yang membawa darah yang banyak mengandung karbondioksida keluar dari ginjal menuju vena kava.

Ureter merupakan saluran yang keluar dari masing-masing ginjal menuju ke kandung kemih dibagian bawah dari perut.

Arteri ginjal tersusun atas sejumlah besar arteriole dan kapiler, kebanyakan ada di dalam korteks. Arteri ini bergulung-gulung membentuk simpul pembuluh dalam ginjal membentuk glomerulus. Masing-masing glomerulus dikelilingi oleh organ berbentuk mangkuk yang disebut kapsula ginjal (kapsula bowman). Badan ini berhubungan dengan tubula ginjal (tubulus kontortus proksimal, gelung henle, dan tubulus kontortus distal). Tubula ginjal berhubungan dengan tubulus pengumpul. Sebagian besar tubulus pengumpul terdapat dibagian medulla. Ujung dari tubulus pengumpul bermuara pada pelvis. Dalam sebuah korteks ginjal terdapat sekitar seribu glomerulus.

Struktur nefron disusun oleh sebuah glomerulus dengan kapsula ginjal, tubulus ginjal dan pembuluh darah kapiler.

FUNGSI GINJAL

Tekanan darah dalam glomerulus menyebabkan plasma darah dapat melintasi dinding kapiler. Sel darah dan protein plasma dalam jumlah yang sangat besar keluar dari kapiler, kemudian disaring oleh jaringan

Materi tentang sistem ekskresi Download disini


19 Februari 2009

Artikel cangkok ginjal

Seandainya anda tahu ada racun tersembunyi dalam rumah, anda pasti akan melakukan berbagai kemungkinan untuk menemukan dan membuang zat racun tersebut, jika tidak anda dan keluargaakan mati secara perlahan.

Bagaimana anda membuang zat racun itu?

Tubuh kita memiliki kemampuan yang sama, yaitu akan selalu membersihkan zat-zat racun yang ada didalamnya. Racun berbahaya yang tersembunyi dalam tubuh harus dikeluarkan untuk tetap bertahan hidup. Proses ekskresi adalah kegiatan berupa menemukan dan membuang sampah-sampah yang diproduksi tubuh.

Organ ekskresi yang utama dalam tubuh adalah paru-paru, ginjal, dan kulit. Gas sisa dibawa oleh aliran darah vena ke paru-paru, melalui proses respirasi. Sel-sel mati dan keringat dikeluarkan dari tubuh melalui kulit yang merupakan bagian dari sistem integumen. Limbah cair dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal. Ginjal terletak disebelah samping tulang belakang persisinya dibawah rongga dada. Ginjal berukuran kecil (sekitar 10 cm), berwarna merah coklat dan berbentuk seperti biji kacang-kacangan.

Selama beredar, aliran darah melewati ginjal dengan membawa bahan-bahan yang masih bermanfaat. Kelebihan air, mineral, dan molekul yang kaya nitrogen yang disebut urea. Ginjal menyaring bahan sisa tersebut dari darah, dan merubahnya menjadi urin.

Ginjal menyalurkan urin ke kandung kemih melalui 2 saluran panjang yang disebut ureter. Kandung kemih menyimpan urin sampai otot kandung kemih berkontraksi dan mendorong urin keluar dari tubuh, melalui uretra.

Setiap hari ginjal kita memproduksi sekitar 1,5 liter urin. Proses pengeluaran urin disebut urinisasi

Apabila ginjal mengalami gangguan / sakit sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, menyebabkan sampah dalam sistem tubuh bertumpuk dan akhirnya akan mengakibatkan kematian.

Beberapa penyakit gangguan fungsi ginjal dapat diobati dengan obat-obatan. penyakit ginjal parah membutuhkan penangan intensif yaitu dengan dialisis. Pada proses ini darah penderita dipompa melalui suatu alat yang menyaring zat sisa dalam darah, sehingga darah terbebas dari zat sisa yang membahayakan. Darah yang telah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh penderita. proses dialisis membutuhkan waktu lebih kurang 16 jam.

Penangangan gangguan fungsi ginjal yang lebih radikal dapat dilakukan dengan cangkok ginjal. Beberapa orang dengan tingkat kesehatan tinggi dan dapat gidup dengan baik hanya dengan 1 ginjal, dapat mendonorkan ginjalnya pada penderita gangguan fungsi ginjal. Proses cangkok ginjal dapat dilakukan jika pendonor dengan pasien penerima ginjal memiliki kesamaan struktur genetik. Hal tersebut dilakukan agar ginjal baru dalam tubuh penerima tidak mengalami penolakan. Selain itu pasien juga harus mengkonsumsi obat anti penolakan.
Selama operasi cangkok ginjal, ginjal sehat yang akan di cangkokkan diletakkan di atas perut pasien, kemudia dipasangakan di atas ginjal lama dengan tidak membuang ginjal lama tersebut.

12 Februari 2009

Asma

Apakah Asma?
Asam adalah penyakit kronis yang membuat penderitanya sulit bernapas. Hal terburuk, asma bersifat fatal dan dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Penyakit asma tidak dapat disebuhkan, tapi dapat diminimalkan intensitas serangannya. perawatan yang benar dan tepat, penderita asama dapat hidup normal dan dapat melakukan segala aktivitas.
Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang ekstra sensitif.
Serangan asma menyebabkan saluran pernapasan penderita menjadi merah dan bengkak. Dinding bagian dalam saluran pernapasan menghasilkan lendir berlebihan. Pembengkakan dan lendiri memvuat saluran nafas menjadi lebih sempit, sehingga sulit untuk dilewati udara.
Semakin merah dan bengkak saluran pernapasan, otot-otot disekitar saluran pernapasann semakin kencang atau tegangm sehingga saluran pernapasan semakin menyempit dan semakin sedikit ruang bagi udara untuk bisa melintas dengan leluasa.

01 Februari 2009

PAKU


Apakah tumbuhan paku?
Tumbuhan paku termasuk kelompok tumbuhan kuno. fosil tumbuhan paku pertama dimulai awal periode mesozoic sekitar 360 juta tahun yang lalu. Keberadaan tumbuhan paku di muka bumi jauh lebih tua jika dibandingkan dengan hewan darat seperti dinosaurus. Tumbuhan paku berkembang duaratus juta tahun sebelum tanaman berbunga berkembang.
Sebagian besar tumbuhan paku tumbuh di tempat lembab dibawah kanopi hutan. Mereka termasuk tumbuhan berpembuluh, dengan struktur internal pembuluh yang sudah berkembang baik untuk mengangkut air dan nutrisi.
berbeda dengan tanaman berpembuluh lainnya seperti tanaman berbunga dan konifer, yang tumbuh langsung dari biji, tumbuhan paku tumbuh dari spora, dan memiliki bentuk peralihan yang disebut gametofit.

Apa yang membedakan tumbuhan paku dengan tanaman berpembuluh lainnya?
Yang pertama, tumbuhan paku hanya terdapat pada daerah yang lembab, dibawah kanopi atau bagian bawah hutan, disepanjang tepi sungai, dan sumber-sumber air pemanen lainnya. Tumbuhan paku sulit untuk dapat hidup di daerah kering dan panas.
Yang kedua, untuk dapat berkembang biak tumbuhan paku sangat membutuhkan keberadaan air.

Bagaimana Cara tumbuhan paku berkembangbiak?
Reproduksi tumbuhan paku lebih rumit jika dibandingkan dengan tumbuhan berpembuluh lainnya. Proses reproduksi hanya akan terjadi jika cukup kandungan air di lingkungan hidupnya sampai proses reproduksi selesai. Akibatnya tumbuhan paku tidak akan bereproduksi jika kadar air di lingkungannya kurang.
Tumbuhan paku memiliki dua bentuk tubuh yaitu bentuk gametofit (n), dan bentuk sporofit (2n). Reproduksi terjadi dengan cara pergiliran keturunan sporofit dengan keturunan gametofit yang dikenal dengan istilag metagenesis.

Ciri generasi gametofit:
1. Spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi prothalium
2. Prothalium merupakan lembaran yang berbentuk hati, pada permukaan bawah terdapat rhizoid, permukaan atas terdapat gamet (antheridia dan archegonia)

Ciri generasi sporofit:
1. Terbentuk dari hasil peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum)
2. Tumbuhan paku muda menjadi paku dewasa yang tumbuh di atas gametofit
3. Tumbuhan paku dewasa menghasilkan dua jenis daun yaitu daun sporofil dan daun tropofil
4. merupakan fase paling dominan, dan berumur panjang

Struktur tubuh tumbuhan paku
Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut pinna.

JIka diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar dibawah ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).

Tidak semua daun paku memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, daun paku yang tidak memiliki sorus disebut daun steril. Daun ini hanya mengandung klorofil dan banyak dimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil.

Struktur sorus

Bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.

Jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka bentuk spora akan terlihat seperti serbuk bedak berwarna hitam, coklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks.

Bagaimana spora tumbuh?

Spora yang jatuh ditempat ssesuai akan tumbuh menjadi badan berbentuk lembaran yang disebut prothalium atau gametofit. Spora layaknya biji pada tanaman tingkat tinggi. Biji yang tumbuh menjadi menjadi tanaman dewasa, sedangkan spora tumbuh menjadi prothalium atau gametofit.

Gametofit berukuran sangat kecil hanya setengah inchi dan dapat diamati dengan menggunakan alat pembesar seperti loup. Gametofit memiliki dua set organ reproduksi, antheridium (jantan) dan archegonium (betina). Antheridium berisi sperma sedangkan archegonium berisi sel telur, masing-masing terletak di permukaan gametofitnya. Sperma akan bergerak kearah sel telur jika lingkungan sekitar dalam keadaan lembab.

Ketika sperma bertemu dengan sel telur terjadi penggabungan materi genetik dihasilkan sel dengan materi genetik yang lengkap. Sel gabungan ini (zigot) merupakan awal dari pertumbuhan tanaman paku. Zigot ini terletak di dalam dan dilindungi oleh struktur gametofit, selanjutnya akan tumbuh menjadi sporofit atau paku dewasa.

berikut diagram metagenesis atau siklus hidup tumbuhan paku!

Selain dengan cara di atas, tumbuhan paku juga dapat bereproduksi dengan cara lain, yaitu tanpa peristiwa fertilisasi dari gametofit yang dikenal disebut apogami. Hal ini dapat terjadi pada daerah yang kering dimana tidak cukup air untuk proses fertilisasi.
Tumbuhan paku juga dapat tumbuh dengan melalui penyebaran rhizomes atau dapat juga menggunakan daun. Daun dewasa yang bersentuhan dengan tanah akan tumbuh akar dan membentuk tumbuhan baru. Perhatikan gambar dibawah ini!

teknik reproduksi tanpa melalui spora merupakan cara tercepat untuk memperbanyak tumbuhan paku. Tanaman paku yang tumbuh atau di biakkan dengan menggunakan persebaran rhizom, dan tunas daun dewasa memiliki stuktur genetik yang sama dengan induknya. Sedangkan perkembangbiakan tumbuhan dengan cara fertilisasi lebih meningkatkan keanekaragaman hayati.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan paku

1. kadar air dalam tanah

2. kadar air dalam udara

3. Kandungan hara mineral dalam tanah

4. kadar cahaya untuk fotosintesis

5. Suhu yang optimal

6. Perlindungan dari angin

7. perlindungan dari cahaya yang terlalu kuat

tidak semua faktor tersebut berpengaruh, tapi tergantung pada jenis tumbuhan pakunya. Survive tidaknya suatu tumbuhan paku di suatu areal tergantung dari ketahanan gametofitnya, apakah akan berkembang secara alami dilingkungannya atau tidak.

Seperti tanaman tingkat tinggi, tumbuhan paku tumbuh lingkungannya masing-masing (biasanya tempat lembab). beberapa paku dapat bertahan hidup di daerah yang ekstrim seperti lingkungan kering dan panas. beberapa jenis paku dapat tumbuh di daerah gurun

Tumbuhan paku meletakkan dirinya tepat sesuai dengan nitchenya, tanah yang lembab, udara yang lembab, intensitas cahaya dan sebagainya. Jarang tumbuhan paku hidup diluar nitchenya. Jika anda ingin menumbuhkembangkan paku, maka anda harus menciptakan lingkungan yang sesuai sehingga tumbuhan paku tumbuh dan berkembang dengan optimal.



latihan soal pterydophyta


Lengkapilah pernyataan dibawah ini!
1. Istilah Pterydophyta berasal dari bahasa yunani, pteron yang berarti …………………..
2. Pterydophyta merupakan tumbuhan yang telah memiliki pembuluh pada akar, batang dan daunnya, istilah tumbuhan dengan karakter tersebut adalah ………………………………………………
3.Tumbuhan paku dikenal juga dikatakan tumbuhan kormophyta, sebab ………………………………
4. Jika dilihat dari cara berkembangbiak dengan menggunakan spora, tumbuhan paku termasuk kelompok tanaman ……………………………………………….
5. Habitat yang tepat untuk tumbuhan paku adalah …………………………………………………
6. Habitus tumbuhan paku biasanany berupa ………………………………………
7. Tumbuhan paku mudah dibedakan dari tumbuhan lain, cirri khasnya adalah …………………….
8. Dalam daur hidupnya tumbuhan paku terdiri atas dua generasi. Generasi yang paling dominan adalah …………………………………….
9. Sebagian besar tumbuhan paku hidup epifit yang berarti ………………………………..
10. Batang tumbuhan paku umumnya berbentuk rhizome yang berarti ………………………
11. Tumbuhan paku memiliki dua jenis daun. Fungsi daun tropofil adalah ……………………………
12. Nama lain dari dari daun sporofil adalah ………………………………..
13. Kumpulan kotak spora tumbuhan paku terletak dalam suatu badan yang disebut ……………….
14. Alat yang mengatur membuka dan menutupnya kotak spora pada tumbuhan paku adalah …………………………………
15. Apakah peranan dari indusium? ……………………………………………………………….
16. Letak spora tanaman suplir dan paku sarang burung adalah ……………………. Dan …………………..
17. Sebutkan nama komponen penyusun sorus dibawah ini!

18. Tumbuhan memiliki 3 jenis spora. Tumbuhan paku heterospor berarti …………………
19. Jenis tumbuhan paku yang memiliki spora homospor adalah …………………………………
20. Tumbuhan paku rane merupakan contoh tanaman dengan jenis spora …………………
21. Lengkapilah dianggram daur hidup paku dibawah ini!



22. Perbedaan antara tumbuhan paku homospor dengan tumbuhan paku peralihan adalah .……
23. Jenis tumbuhan paku yang memiliki makrospora dan mikrospora adalah …….
24. Lengkapilah diagram pergiliran keturunan paku berikut!
25. Tumbuhan paku dengan cirri: daunnya bersisik, batang bercabang dua (dikotomi) dan daun sporofil menghasilkan spora homospor. Tumbuhan paku dengan cirri tersebut adalah …..
26. Tanaman paku Lycopodium dan selaginela dalam klasifikasi termasuk dalam kelompok ….
27. Jenis tumbuhan paku yang menghasilkan nspora dengan bentuk dan ukuran yang sama, tetapi berbeda jenis kelaminnya adalah ………………….
28. Nama tumbuhan paku seperti gambar dibawah adalah ….
29. Sebutkan keistimewaan dari tumbuhan paku seperti gambar di atas!
30. Jenis tumbuhan paku yang banyak dimanfaatkan sebagai sayuran dan pupuk hijau adalah ……………………………. Dan ………………………………………..


mau lihat video tentang pergiliran keturunan paku?
simak video dibawah ini!



Materi paku selengkapnya dalam format powerpoint (ppt) Download disini

Latihan soal paku Download disini


08 Januari 2009

Bahan Makanan



Makanan adalah segala sesuatu yang dimakan dan berguna bagi tubuh. makanan diperlukan untuk mendukung seluruh proses kehidupan sel di dalam tubuh.
Berdasarkan jumlahnya makanan yang dibutuhkan manusia dibedakan menjadi dua bagian yaitu:
a. Bahan makanan makro
merupakan bahan makanan yang dibutuhkan dan dikonsumsi dalam jumlah besar, seperti
karbohidrat, lemak, protein, dan air.
b. Bahan makanan mikro
Bahan makanan yang dibutuhkan dan dikonsumsi dalam jumlah kecil, tapi wajib ada dalam
menu makanan sehari-hari

Fungsi Umum Makanan

Secara umum makanan berfungsi sebagai:
1. Penyedia bahan bakar
2. Bahan pertumbuhan dan pembangunan tubuh
3. Memelihara jaringan dan perbaikan sel-sel jaringan tubuh yang rusak atau telah tua
4. alat pertahanan tubuh terhadap berbagai macam penyakit
5. Pengaturan proses-proses tubuh, seperti pengaturan metabolisme dan berbagai keseimbangan cairan tubuh














Syarat makanan yang baik

1. Cukup mengandung air
2. Cukup mengandung kalori
3. cukup mengandung gizi (karbohidrat, lemak, protein)
4. Mudah dicerna
5. Cukup mengandung vitamin dan unsur-unsur mineral
6. Hiegienis
7. tidak mengandung bahan pengawet, pewarna dan pemanis buatan


Karbohidrat




Molekul karbohidrat tersusun atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksogen (O). Unsur-unsur tersebut bergabung dalam suatu ikatan kimia dengan rumus umum Cm(H2O)n. Jumlah m dan n berbeda tergantung jenis karbohidrat yang disusunnya.




Berdasarkan panjang pendeknya ikatan antar molekul gula, jenis karbohidrat dibedakan atas:




1. Karbohidrat sederhana




Merupakan karbohidrat yang memiliki 1 gugus gula (monosakarida) dan 2 gugus gula (disakarida). Karbohidrat sederhana biasanya memiliki rasa manis dan tubuh dengan mudah dan cepat memecahnya melalui proses metabolisme menjadi energi.




Monosakarida dengan rumus umum C6H12O6, terdiri atas unit glukosa, fruktosa dan galaktosa. Glukosa disebut juga gula darah. Galaktosa banyak terdapat dalam susu dan yogurth Fruktosa banyak ditemukan dalam buah-buahan dan madu.




Disakarida terdiri atas unit sukrosa, maltosa dan laktosa. Disakarida disusun oleg 2 unit gula, seperti sukrosa disusun oleh glukosa dan fruktosa, maltoda dibangun oleh 2 unit glukosa, dan laktosa dibangun oleh glukosa dan galaktosa.


1. Karbohidrat Kompleks

Merupakan karbohidrat yang tersusun atas beberapa unit gula dalam bentuk ikatan rantai panjang. Karbohidrat kompleks terdiri atas selulosa, amilum/tepung dan glikogen.

Fungsi karbohidrat:
1. Sebagai penghasil energi utama dalam tubuh
2. menjaga dan mempertahankan kerja sel-sel otak, dan lensa mata
3. mengatur proses metabolisme tubuh
4. menjaga keseimbangan asam dan basa
5. membentuk struktur sel, jaringan dan organ tubuh
6. membantu penyerapan kalsium khusus karbohidrat dari jenis laktosa

Setiap 1 gr karbohidrat mengandung energi sebesar 4,1 kalori.
Dalam usus halus karbohidrat telah pecah menjadi molekul sederhana, yaitu glukosa, yang akan diabsorbsi masuk ke aliran darah. Dalam darah glukosa dibawa ke hati melalui vena porta hepatika, dan diubah menjadi glikogen.
Timbunan glikogen dalam hati akan diubah menjadi lemak dan ditimbun dalam jaringan-jaringan lemak.
kadar gula darah dalam keadaan normal adalah 70 - 100 mg. keadaan dimana kadar glukosa melebihi batas normal disebut hiperglikemia, pemicu timbulnya penyakit kardiovaskuler dan atherosklerosis, sedangkan jika kadar glukosa menurun dibawah batas normal disebut hipoglikemia ditandai dengan adanya gangguan fungsi otak, pusing, bingung, lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan, kejang dan koma.

10 November 2008

Penghargaan Science Education Award ITSF diraih Guru SMA YPVDP

Penghargaan Iptek ITSF Diraih Dosen ITB

Jakarta, Kompas - Penghargaan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia Toray Science Foundation 2004 diraih dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono (42). Komite seleksi penghargaan iptek menilai penelitiannya yang bertema "Kendali dan Pengolahan Sinyal Robust dan Cerdas: Teori, Algoritma, dan Implementasi Real-time" memenuhi kriteria keilmiahan sebagai pemenang.

Pada kategori penghargaan iptek, Bambang menyisihkan 18 ilmuwan yang dinominasikan sembilan universitas, dua lembaga penelitian pemerintah, dan satu yayasan ilmu. Lelaki kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, itu berhak menerima hibah penelitian Rp 60 juta.

Pengumuman berlangsung di Jakarta, Kamis (3/2). Selain komite seleksi penghargaan dan hibah penelitian iptek serta komite seleksi penghargaan pendidikan sains, acara dihadiri pula oleh pengurus Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) Indonesia dan Jepang. Tampil berpidato ilmiah Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr dr Sangkot Marzuki dan peraih emas lomba fisika internasional The First Step to Nobel Prize in Physics 2004 Septinus George Saa.

Bambang mengatakan, secara spesifik, penelitiannya dapat diaplikasikan untuk meredam kebisingan aktif. Caranya dengan melawan sumber suara melalui sinyal yang dikontrol. Secara teknis, alat dapat dibuat sebesar ujung jari kelingking dewasa.

Ketua komite seleksi penghargaan iptek Dr Suwarto Martosudirjo APU dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung mengatakan, penelitian ini punya kontribusi keilmuan dan aplikasi jelas.

Sejumlah algoritma baru dikembangkan dan diuji pada kendali bising aktif real time menggunakan pengolah sinyal digital (DSP). "Aplikasi temuan ini bisa dikembangkan untuk mengendalikan sistem apa saja, seperti satelit, robot, dan pesawat terbang," kata Bambang.

Penghargaan untuk guru

Secara keseluruhan, penghargaan Toray ke-11 kemarin diberikan kepada 32 orang. Ada 21 orang menerima hibah dana penelitian iptek bernilai total Rp 607.296.000 dan sepuluh guru memperoleh penghargaan pendidikan sains masing-masing Rp 17,5 juta.

Kesepuluh guru dinilai inovatif dan kreatif dalam mengajarkan materi pelajaran IPA tingkat SMA, di antaranya dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka. Salah satu guru yang berasal dari Bontang kalimantan timur, Dra Herfen Suryati, mengembangkan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan hutan bakau untuk menjelaskan konsep keanekaragaman hayati. Menurut pendapatnya hutan bakau dapat dijadikan sebagai sumber belajar, karena memiliki kekayaan keanekaragaman makhluk hidup yang sangat tinggi. Judul yang diajukan guru biologi ini untuk bisa mendapatkan award dari ITSF sangat unik yaitu "eksplorasi pedagogik lahan basah" senagai sumber belajar keanekaragaman hayati.

Ketua Kehormatan ITSF dari Toray Industries Inc Jepang Dr Katsunosuke Maeda mengatakan, pemberian penghargaan penelitian dasar bidang iptek di Indonesia tersebut akan terus didukung.

Sementara Sangkot Marzuki menilai, pemberian penghargaan Toray mengisi kekosongan sistem penelitian di Indonesia. Selain jarang, institusi swasta umumnya hanya bersedia memberi dana penelitian aplikatif, bukannya penelitian dasar.

Menurut Suwarto, dilihat dari jumlah proposal yang dikirim peserta, terjadi penurunan peserta. Tahun 2004, jumlah usulan program hibah penelitian iptek 101 usulan. Dari jumlah itu, hanya 21 yang dinyatakan lolos ke babak berikutnya.

Mengenai jumlah yang berkurang, ia memperkirakan tidak semata terkait sosialisasi panitia. Faktor penyelenggaraan pemilihan umum dinilai memengaruhi jumlah usulan proposal yang dikirim.

Meskipun secara kuantitas menurun, kualitas proposal penelitian dinilai Suwarto meningkat. Karena itu, komite seleksi meminta bantuan para ahli untuk menyeleksinya. Hasilnya, para pemenang didominasi peserta dari Pulau Jawa, terutama Jakarta dan sekitarnya.

Ketua Yayasan ITSF Dr Soefjan Tasuri menegaskan, tidak ada diskriminasi atau subyektivitas penyeleksian. (GSA)

05 November 2008

Catatan lanjutan Sistem Peredaran Darah

Cairan Darah (Plasma Darah)

Terdiri dari:
air (90 - 92) %
zat-zat terlarut (sari makanan, garam mineral, enzim, hormon, zat-zat sisa, protein plasma, serum plasma)

Protein plasma terdiri dari :
a. Albumin
Berfungsi untuk menjaga tekanan osmosis darah
b. Globulin
Berfungsi untuk membentuk protrombin dan antibodi (serum darah)
c. Fibrinogen
Berfungsi untuk membekukan darah

Serum darah:
Serum darah dibangun oleh senyawa globulin, terdiri dari:
a. Aglutinin
Berfungsi untuk menggumpalkan protein asing (antigen = aglutinogen)
b. presipitin
Berfungsi untuk mengendapkan antigen
c. Antitoksi
Berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan antigen
d. Opsonin
Berfungsi untuk menggiatkan sifat fagosit dari leukosit

Golongan darah
Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO) berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung aglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a dan b

Mekanisme Transfusi Darah
Dalam proses transfusi darah, beberapa istilah yang berkaitan dengan proses transfusi darah sebagai berikut:
1. Transfusi = proses pindah tuang darah
2. Donor = orang yang memberikan sejumlah darah ke orang lain yang membutuhkan
3. Resipien = orang yang menerima sejumlah darah dari orang lain
4. Donor Universal = golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Golongan darah yang dimaksud adalah O
5. Resipien Universal = Golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain. Golongan darah yang dimaksud adalah AB
6. Serum = plasma tanpa fibrinogen
7. antigen = aglutinogen merupakan protein asing yang akan digumpalkan oleh antibodi / aglutinin
8. Antibodi = protein plasma yang dapat menggumpalkan antigen / aglutinin
9. Aglutinasi = penggumpalan darah akibat ketidakcocokan antara jenis aglutinogen donor dengan aglutinin resipien

berdasarkan bagan tersebut jelas terlihat bahwa golongan darah O bersifat sebagai donor universal dan golongan darah AB bersifat sebagai resipien universal.
Pada pelaksanaan transfusi darah yang penting diperhatikan adalah pada donor, harus diperhatikan jenis aglutinogennya, sedangkan pada resipien adalah jenis aglutininnya.


Pada tahun 1940, Lansteiner menemukan jenis penggolongan darah yang lain yaitu sistem Rhesus. berdasarkan penyelidikannya membedakan golongan darah A menjadi 2 macam yaitu :
1. Golongan darah A yang berfaktor rhesus Positif (Rh +)
2. Golongan darah A yang tidak berfaktor rhesus ( rhesus -).
Sebagian besar ras kulit hitam dan sawo matang memiliki darah dengan rhesus +, sedangkan sebagian besar ras kulit putih ber rhesus -..

Fungsi penggolongan darah :
1. Penting untuk proses transfusi darah
2. Penting untuk penyelidikan golongan darah

Peredaran darah
Cairan tubuh diedarkan melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Alat-alat peredaran Darah terdiri dari:
a. jantung (heart/cor)
b. Pembuluh darah (pembuluh darah vena /pembuluh darah balik dan pembuluh darah arteri / pembuluh darah nadi.
c. kapiler-kapiler / pembuluh darah halus : (arteriole dan venule)

JANTUNG

1. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu:
Perikardium, merupakan selaput pembungkus jantung
Miokardium, Merupakan otot jantung
Endokardium, merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung
2. Ruangan jantung:
Jantung mempunyai 4 ruangan jantung yaitu :
a. 2 serambi (atrium) yaitu atrium sinister / kiri dan atrium dekster / kanan
b. 2 bilik (ventrikel) yaitu vebtrikel sinister / kiri dan ventrikel dekster / kanan
Dinding bilik (ventrikel) jantung lebih tebal dibandingkan dengan dinding serambi (atrium).
Dinding bilik kiri lebih tebal dibandingkan dinding bilik kana

3. Klep jantung
Antara ruang jantung dihubungkan oleh klep atau katub jantunh seperti:
1. valvula trikuspidalis = klep jantung berdaun tiga yang terletak antara atrium kanan dengan ventrikel kanan

2. Valvula bicuspidalis = klep jantung berdaun dua, terletak antara atrium kiri dengan ventrikel kiri
Jantung juga memiliki korda tendinae yaitu urat jantung yang menjaga katup (klep)
jantung mendapat makanan dan O2 dari nadi tajuk (arteri coronaria)
penyakit jantung koroner disebabkan tersumbatnyanya arteri koronaria
Otot jantung termasuk otot involunter yang bekerja di luar kendali sistem koordinasi.
3. syaraf jantung
Nodus S.A ( Nodus bang menjadi serabut purkinje
sinus arterio) disebut juga nodus keith - flack, merupakan serabut-serabut saraf yang terdapat pada dinding atrium kanan dekat muaravena cava superior dan vena cava inferior.
Serabut saraf ini merupakan cabang dari sistem syaraf tak sadar dan juga dipengaruhi saraf vagus (saraf ke- 10)
Nodus A.V (Nodus atrium ventrikel) disebut juga simpul tawara, terdapat pada perbatasan antara serambi (atrium) dan bilik (ventrikel)
Berkas His, terdapat pada sekat antar bilik yang bercabang-cabang menjadi serabut purkinje
mekanisme aliran rangsang sehingga jantung berdenyut adalah :
stimulus --> Nodus S. A ---> Berkas His ---> Serabut purkinje ---> Kontraksi bilik (ventrikel)

5. Tekanan/denyut jantung
Berkaitan dengan menguncup dan mengembangnya jantung , dikenal 2 macam tekanan darah yaitu:
a. Sistole
Peristiwa menguncupnya bilik dan darah keluar dari jantung (jantung kontraksi). Pada orang normal tekanan nya sekitar 120 mm Hg
b. Diastole arah
Peristiwa mengembangnya bilik jantung dan darah masuk ke jantung (jantung relaksasi), pada orang normal tekanannya sekitar 80 mm Hg
Alat untuk mengukur tekanan darah disebut Sphigmomanometer
PEMBULUH DARAH
Macam-macam pembuluh darah:
1. Arteri (pembuluh darah nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung.
Terdiri dari:
a. Arteri pulmonalis
Merupakan pembuluh nadi yang membawa darah menuju paru-paru
b. Aorta
Merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah menuju seluruh tubuh
Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (Valvula semilunaris) yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah

2. Vena (pembuluh darah balik), yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke jantung.
a. Vena Pulmonalis
yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju ke jantung
b. Vena cava inferior
pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung.
Vena cava superior
Yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas tubuh menuju ke jantung

3. Pembuluh darah kapiler
Pembuluh darah halus, yang langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Pada pembuluh darah kapiler terdapat hubungan antara pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena.
Pembuluh darah kapiler tersusun atas satu lapis sel pipih satu lapisan.
Semua jaringan tubuh berhubungan langsung dengan kapiler darah, sehingga proses pertukaran menjadi lebih efisien.
Pertukaran material dalam pembuluh darah kapiler ke sel terjadi melalui mekanisme difusi, dan sistem transport aktif.
Aliran darah dalam kapiler lebih lambat sehingga memungkinkan proses pertukaran menjadi lebih efektif
a. Venule
Pembuluh darah kapiler dari vena
b. Arteriole
Pembuluh darah kapiler dari arteri

Perbedaan antara arteri dengan vena

Tabel perbedaan antara arteri dan vena

No

Pembeda

Pembuluh darah arteri

Pembuluh darah vena

1

Dinding pembuluh

Lebih tebal

Lebih tipis

2

Lumen / salran

Sempit

luas

3

Katup

Tidak ada

Ada disepanjang pembuluh, berfungsi untuk mencegah terjadinya arus balik, sehingga arah aliran hanya ke satu arah

4

Aliran darah

Meninggalkan jantung

Menuju jantung

5

Tekanan darah

kuat

lemah

6

denyutan

Terasa, seirama dengan denyut jantung

Tidak ada


Peredarah darah tertutup
Peredaran darah yang terjadi dimana darah mengalir hanya melalui pembuluh darah, tanpa pernah langsung menembus sel-sel atau jaringan tubuh.

Peredaran darah ganda
Sistem peredaran darah manusia disebut sistem peredaran darah ganda, sebab sekali darah berdar melintasi jantung sebanyak dua kali.
Sistem peredaran ini dibedakan menjadi:
1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari paru-paru.
Mekanisme aliran darah sebagai berikut:

Ventrikel kanan jantung --> Arteri pulmonalis --> paru-paru --> vena pulmonalis -- atrium kiri jantung
2. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung oksigen.

mekanisme aliran darah sebagai berikut:

Ventrikel kiri --> aorta --> arteri superior dan inferior --> sel / jaringan tubuh --> vena cava inferior dan superior --> atrium kanan jantung

3. Sistem peredaran portal
Sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal berwarna coklat karena banyak mengandung nutrien








04 November 2008

KLASIFIKASI

Klasifikasi
Pengklasifikasian telah lama dilakukan oleh para ahli, yang pertama kali Aristoteles dan Theophrastus. Aristoteles memperkenalkan 520 jenis hewan dalam buku Historia Animalium dan Theophrastus memperkenalkan 480 jenis tumbuhan dalam buku Historia Plantarum. Sistem klasifikasi ada 3 macam yaitu:

a. Sistem klasifikasi alamiah oleh Theophratus dalam bahasa latin Polinomial.
b. Sistem klasifikasi buatan oleh Carolus Linnaeus dalam bahasa latin Binomial.
c. Sistem klasifikasi filogenetik oleh Charles Darwin dalam bahasa latin Binomial.

Perkembangan Klasifikasi
Ilmu pengetahuan semakin berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ini sering menuntut perubahan dalam klasifikasi, khususnya pada tingkat kingdom. Setiap sistem klasifikasi yang digunakan harus bersifat eksklusif dan inklusif. Sistem klasifikasi dibuat untuk memudahkan kita mempelajari keanekaragaman hayati di dunia ini. Perkembangan sistem klasifikasi menunjukkan bagaimana para ilmuwan bekerja yaitu terbuka untuk perubahan dalam hal-hal yang baru. Dewasa ini kita telah memiliki Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (International Code of Botanical Nomenclature) dan Kode Internasional Tata Nama Hewan (International Code of Zoological Nomenclature).

Cara Menulis Nama Jenis/ Nomenklatur bi nomial
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam menulis nama jenis dengan sistem tata nama ganda adalah sebagai berikut:

a. Huruf pertama dari kata yang menyebutkan marga (genus) ditulis dengan huruf
....besar, sedangkan untuk kata penunjuk jenis (spesies) ditulis dengan huruf kecil
....semua. Contoh: Zea mays, Zea : genus, mays : spesies.
b. Bila nama jenis ditulis dengan tangan atau ketik, harus diberi garis bawah
....pada kedua kata nama tersebut. Namun bila dicetak harus memakai huruf
....miring. Contoh: Zea mays bila diketik, Zea mays bila diketik.
c. Bila nama penunjuk jenis lebih dari dua kata, kedua kata terakhir tersebut
....harus dirangkaikan dengan tanda penghubung. Contoh: Hibiscus rosa sinensis
....menjadi Hibiscus rosa-sinensis.
d. Bila nama jenis itu diberikan untuk mengenang jasa orang yang
....menemukannya maka nama penemu dapat dicantumkan pada kata kedua
....dengan menambahkan hisuf (i) di belakangnya. Contohnya antara lain tanaman
....pinus yang ditemukan Merkus, maka nama tanaman itu Pinus merkusii. Dapat
....juga apabila ada spesies yang ditemukan Linnaeus maka di belakang bisa di
....beri tanda (L.)
e. Di samping cara pemberian nama spesies, ada pula cara penulisan nama kelas,
...bangsa, dan famili, yaitu sebagai berikut:
f. Nama kelas adalah nama genus + nae. Contoh: Equisetum + nae menjadi
...Kelas Equisetinae
g. Nama Ordo adalah nama genus + ales. Contoh: Zingiber + ales menjadi Ordo
...Zingiberales

h. Nama Famili adalah nama genus + aceae. Contoh: Canna + aceae menjadi Famili
...Cannaceae


JAMUR


PENDAHULUAN

Manusia Jamuran!
yang ini lain lagi, makanan berjamur
Yang ini, Makanan jamuran


Apakah itu Fungi?

Fungi merupakan organisme eukariotik, heterotrof karena tidak mengandung klorofil, makanan diambil dengan cara absorbsi dari lingkungan dan berkembang biak dengan spora.

cara mendapatkan nutrisi pada beberapa makhluk hidup
~ Fungi = heterotrof yang absorbtif
~ Hewan = heterotrof yang fagotrof
heterotrof adalah organisme yang tidak dapat mensintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik
~ Tumbuhan = autotrof

CIRI DAN STRUKTUR TUBUH
1. bentuk tubuh ada yang uniseluler (bersel 1) dan ada yang multiseluler (bersel banyak)

2. Bentuk tubuh jamur yang bersel satu umumnya bulat, sedangkan jamur yang bersel banyak tersusun atas kumpulan benang (hifa) yang disebut miselium.

3. Jenis hifa yang membangun tubuh jamur multiseluler ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat (hifa coenositik).
4. Fungsi hifa adalah untuk menyerap nutrisi dan sebagai alat reproduksi vegetatif (membentuk alat pembiakan vegetatif berupa sporangium dan konidium)
5. habitat jamur umumnya di daratan terutama di tempat-tempat yang lembab
6. Struktur sel eukariotik, memiliki dinding sel yang terbuat dari kitin
7. cara hidup ada yang saprofit (menguraikan sampah organik), parasitik (merugikan organisme lain karena mengambil makanan dari makhluk yang ditumpanginya) dan simbiosis (hidup bersama dengan makhluk hidup lain)

REPRODUKSI

1. Jamur bersel satu (uniseluler)
Untuk jamur yang uniseluler, reproduksi secara vegetatif dengan cara membentuk tunas, sedangkan reproduksi generatif dengan menggunakan ascus.

2. Jamur bersel banyak (multiseluler)
Untuk jamur multiseluler reproduksi vegetatif dengan menggunakan spora aseksual yang terbentuk dalam konidium atau sporangium, sedangkan reproduksi generatif dengan menggunakan spora seksual yang terbentuk dalam ascus, atau basidium.

KLASIFIKASI JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, teriri dari yaitu:

1. Zygomycotina (kelas Zygomycotina)

...a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
...b. Hifanya bercabang banyak, dan tidak bersekat (coenositik_
...c. Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel (aplanospora) yang dibentuk oleh sporangium, dan generatif dengan cara gametangiogami (perkawinan) dari dua hifa yang berbeda muatan (-/+) dan menghasilkan zigospora
...d. Contohnya : Rhizopus sp
......Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu :
......* stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti),
......* rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan),
......* sporangiofor
(tangkai sporangium).

Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora. Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).

Contoh lain dari jamur ini dan perannya adalah:

1. Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
2. Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
3. Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe
4. Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat
5. Plasmopora viticola Parasit pada anggur

2. Ascomycotina

...a. Hidup saprofit di dalam tanah atau hipogean atau i kotoran ternak disebut koprofil, dan ada juga yang parasit pada tumbuhan.
...b. Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat.

Cara berkembangbiak ada dua cara:

a. Secara vegetatif dengan cara:
...~ membentuk spora berdinding tebal (kalmidospora)
...~ fragmentasi
pemisahan sebagian cabang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru,
...~ tunas/kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces.

b. Secara generatif
Dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus itu berkumpul dalam badan yang disebut askokarp.

Contohnya:
a. Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape
b. Saccaharomyces ovale untuk membuat tape
c. Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang
d. Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin
e. Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin
f. Penicillium camemberti mengharumkan keju
g. Penicillium roquerforti mengharumkan keju
h. Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin
i. Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung
j. Aspergillus oryzae untuk membuat tape
k. Aspergillus wentii untuk membuat kecap
l. Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga
m. Laboulbenia parasit pada serangga
n. Claviseps purpurea bahan obat-obatan
o. Reosellina arcuata hidup pada potongan akar
p. Nectria cinabarina parasit pada kayu manis
q. Neurospora sitophila untuk membuat oncom

3. Basidiomycotina

~ Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang.
~ Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora).
~ Cara reproduksi : vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora)


Contohnya:
a. Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan
b. Ustilago vireus parasit pada padi
c. Ustilago maydis parasit pada jagung
d. Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan
e. Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan
f. Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah
g. Ustilago compestris jamur kaleng
h. Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat
i. Pleurotes (jamur tiram) enak dimakan
j. Exobasidium vexans parasit pada tanaman the
k. Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan karet

4. Deuteromycotina
a. Belum diketahui tingkat seksualnya, disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti)
b. Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya
(askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur
ini masuk Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif oleh Dodge
(1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan namanya diganti menjadi Neurospora sitophila.

Contohnya
a. Helminthosprium oryzae parasit pada padi
b. Sclerotium rolfsii parasit pada bawang merah
c. Monila sitophila jamur oncom, enak dimakan
d. Tinea versicolor jamur panu
e. Epidermophyton floocossum jamur kulit, parasit pada kaki atlit
f. Verticillium penyebab layu pada bibit-bibit tanaman
g. Curvularia parasit pada rerumputan

MIKORIZA

Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur, mikoriza merupakan jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman. Berdasarkan kedalaman jaringan yang digunakannya mikoriza dapat digolongkan menjadi dua tipe mikoriza, yaitu:

a. Ektomikoriza
Yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar, yakni pada jaringan epidermis. Dari tumbuhan inangnya memperolah bahan makanan seperti vitamin, gula, asam amino. Sedangkan inangnya mendapatkan air dan unsur-unsur dari tanah lebih banyak. Contohnya jamur ektomikoriza bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung.

Endomikoriza
Yaitu hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks. Endomikoriza tidak mempunyai inang khusus. Contohnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran, dan berbagai jenis pohon.

LUMUT KERAK

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras) dan melekat erat pada substratnya.Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk seperti daun. Contohnya : Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti semak atau menggantung seperti jumbai atau pita. Contohnya Usnea longissima

Reproduksi generatif yaitu berdiri sendiri antara jamur dan ganggang yang bersimbiosis, dan vegetatif dengan cara fragmentasi.

Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:

a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinyaDapat digunakan sebagai indikator pencemaran

Selengkapnya materi jamur dengan format ms word (doc) Download disini

Multimedia presentasi jamur dengan format powerpoint (ppt) Download disini

Latihan soal jamur Download disini

Tes blok jamur 1 Download disini

Tes blok jamur 2, Download disini

Her tes blok jamur Download disini


Lembar kegiatan siswa Download disini

HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI ILMU

Perkembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan alam (IPA) telah mengubah sejarah kehidupan manusia. Perkembangan itu semakin pesat setelah diketemukannya komputer yang dapat membantu manusia dalam merancang dan menganalisis hasil-hasil penelitian. Di dunia kedokteran telah ditemukan berbagai teknik bedah, transplantasi organ, terapi genetik, bayi tabung, serta obat-obatan penyembuh berbagai penyakit. Itu semua berkat perkembangan IPA. Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam dan ingin memahami alam apa adanya.

1. Karkteristik Biologi sebagai ilmu (Sains)
Ilmu pengetahuan berkembang karena hakikat manusia yang serba ingin tahu. Mengembangkan ilmu pengetahuan tidak harus berawal dari nol, melainkan bisa dari hasil penelitian orang lain asal sesuai dengan karakteristik sains itu sendiri. Biologi bagian dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya. Adapun karakteristik ilmu pengetahuan alam termasuk biologi (SAINS/IPA) yaitu:
1. Obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera
2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata)
3. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku
4. Menggunakan cara berfikir logis, yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan menarik
kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat
deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang umum menjadi
ketentuan khusus.
Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif)
Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan

2. Ruang lingkup biologi
Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa kingdom (plantae, animalia, protista, fungi, archebacteria, eubacteria). Ditinjau dari tingkat molekul (virus) - sel (protozoa, bakteri dan tumbuhan unisel) - jaringan (porifera & coelenterata) - organ (hati, ginjal, dll) - sistem organ (sistem sirkulasi, sistem transportasi, dll) - individu (manusia) – populasi (kumpulan individu yang sama di daerah yang sama) – komunitas (kumpulan beberapa populasi) – ekosistem (kumpulan beberapa komunitas) – biosfer (kumpulan bebrapa ekosistem)

Adapun persoalan yang dikaji meliputi 9 tema dasar yaitu :
1. Biologi (sains) sebagai proses inkuiri
2. Sejarah konsep biologi
3. Evolusi
4. Keanekaragaman dan keseragaman
5. Genetika dan kelangsungan hidup
6. Organisme dan lingkungan
7. Perilaku
8. Struktur dan fungsi
9. Regulasi
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, obyek biologi juga terus berkembang

3. Dampak mempelajari biologi
Peran biologi dalam kehidupan memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif atau manfaatnya yaitu (
(1) Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan,
(2) Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan,
(3) pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan yaitu
(1) Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan,
(2) Penggunaan bibit unggul dan pestisida berlebihan yang akan berdampak pada biodeversitas, (3) Penggunaan senjata biologi yang mematikan, yang akan merusak lingkungan biotik maupun
abiotik. Oleh karena itu kemajuan biologi yang demikian pesatnya harus diimbangi dengan
iman dan takwa, sehingga pemanfaatan lebih optimal dan meminimalkan dampak negatif
yang ada.

4. Metode ilmiah
Biologi merupakan cabang sains yang mempelajari berbagai permasalahan makhluk hidup, dan untuk mempelajari melalui proses dan sikap ilmiah ini sebagai konsekuensi biologi. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah akan memperoleh produk ilmiah. Dalam mempelajari sains terdiri dari 3 komponen yaitu :
Sikap ilmiah
Merupakan sikap yang harus dimiliki untuk berlaku obbyektif dan jujur saat mengumpulkan dan menganalisa data.
Proses ilmiah
Merupakan perangkat ketrampilan kompleks yang digunakan dalam melakukan kerja ilmiah. Proses ilmiah dapat dilakukan dengan pendekatan ketrampilan proses dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
1) Ketrampilan proses sains dasar, meliputi:
a. Mengobservasi
Mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera. Dalam biologi
hasil observasi seringkali dibuat dalam bentuk gambar (misal gambar dunia dll), bagan
(missal bagan siklus hidup kupu-kupu), tabel (misal tabel pertumbuhan penduduk suatu
wilayah), grafik (misal grafik hubungan antara tabel pertumbuhan kecambah), dan tulisan.
b. Menggolongkan
Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu permasalahan.
c. Menafsirkan
Memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian lainnya.
d. Mempraktikkan/meramalkan
Memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang
berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu
prakiraan berdasarkan pada data yang telah terjadi; kedua prakiraan ekstrapolasi yaitu
prakiraan berdasarkan logika di luar data yang terjadi.
e. Mengajukan pertanyaan
Berupa pertanyaan bagaimana, karena pertanyaan ini menuntut jawaban yang diperoleh
dengan proses.
2) Ketrampilan proses sains terpadu, yang terdiri dari:
a. Mengidentifikasi variabel
b. Menyusun tabel data
c. Menyusun grafik
d. Mendeskripsikan hubungan antar variabel
e. Perolehan data dan pemrosesan data
f. Menganalisia penyelidikan
g. Merumuskan hipotesis
h. Mendefinisikan variabel secara operasional
i. Melakukan eksperimen
j . Inferens
3) Langkah sistematis dalam proses ilmiah/metode ilmiah meliputi:

Merumuskan masalah
Ada tiga cara dalam merumuskan permasalahan yaitu:
a. Apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat objek eksperimen?
b. Bagaimana pengeruh variabel bebas terhadap variabel terikat objek eksperimen?
c. Apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat objek eksperimen

Menyusun kerangka berfikir
Kerangka berfikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.

Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan. Ada 2 macam hipotesis dalam eksperimen yaitu:
a. Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengnaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat
b. Hipotesis alternatif (H1) : ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat

Melakukan eksperimen
Untuk mendukung atau menyangkal hipotesa itu perlu dibuktikan melalui eksperimen. Dalam melakukan eksperimen melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Taraf perlakuan
b. Pengendalian faktor lain
c. Ulangan
d. Pengukuran

Analisis data
Analisa data dapat menggunakan statistik atau secara deskriptif.
Menarik kesimpulan
Ada dua kemungkinan dalam kesimpulan yaitu hipotesis diterima (dugaan sementara sesuai dengan eksperimen) atau ditolak (dugaan sementara tidak sesuai dengan eksperimen).

Publikasi
Hasil penelitian di publikasikan ke kalayak melalui jurnal penelitian, seminar atau lewat internet.

4) Sistematika laporan penelitian

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penelitian
D. Manfaat penelitian

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian teori
B. Kajian dan hasil-hasil penelitian
C. Rumusan hipotesis

BAB III. METODE PENELITIAN
A. Variabel dan definisi operasional variabel
B. Rancangan penelitian
C. Sasaran penelitian (populasi dan sampel)
D. Instrumen, alat dan bahan
E. Prosedur pelaksanaan penelitian
F. Rencana analisis data
G. Jadwal penelitian

BAB IV. DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi data
B. Interpretasi data
C. Uji hipotesis
D. Pembahasan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Produk ilmiah
Dengan menggunakan sikap dan proses ilmiah, para ahli memperoleh penemuan-penemuan yang dapat berupa fakta atau teori. Produk ilmiah sangat berpengaruh pada perkembangan ilmu dan teknologi. Produk ilmiah ditujukan untuk kesejahteraan manusia dengan menciptakan sesuatu yang baru dan berdaya guna bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia