22 Desember 2011

DIET GOLONGAN DARAH FAKTA ATAU FIKTIF

karakter golongan darah dengan bahan makanan
Diet Golongan Darah adalah cara makan suatu bahan makanan yang disesuaikan dengan jenis golongan darah seseorang (A, B, AB, atau O). Teori tentang "diet golongan darah" ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, sejak pertama kali diperkenalkan oleh Peter J. D'Adamo, ND (Sons GP Putnam, New York, 1996) dalam bukunya yang berjudul makanlah yang tepat sesuai dengan golongan darah. Dokter naturopati Peter D'Adamo, menyajikan gagasan bahwa jenis golongan darah seseorang menentukan bahan makanan mana yang baik dan bahan makanan mana yang harus di hindari. Buku ini menyajikan asal-usul antropologi dari ke empat jenis golongan darah dan menjelaskan mengapa setiap jenis darah mengembangkan antibodi spesifik terhadap makanan tertentu. Antibodi adalah protein darah yang memiliki kemampuan mengidentifikasi dan menyerang zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Protein spesifik yang banyak terdapat di semua jenis makanan adalah lektin. Selama proses pencernaan, lektin dikeluarkan oleh berbagai jenis makanan tersebut. ketika lektin memasuki aliran darah, beberapa lektin berikatan dengan sel-sel darah merah dan menyebabkan mereka untuk tetap bersama-sama, proses ini disebut aglutinasi (penggumpalan).



Dr D'Adamo menunjukkan bahwa selama adanya pengikatan antara lektin dengan sel-sel darah merah, menyebabkan banyak masalah yang berkaitan dengan kesehatan seperti nyeri lambung, pencernaan yang buruk, sakit kepala, diare, penyakit hati, dan masalah ginjal, dan banyak lagi penyakit-penyakit lainnya. Diet Golongan Darah mencakup sejumlah daftar makanan yang harus di hindari, daftar makanan yang netral dan bahan makanan yang bermanfaat bagi tubuh. Dr D'Adamo juga menjelaskan bahwa diet golongan darah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi juga untuk mencapai berat badan yang ideal.
apa golongan darahku ya


Pengetahuan tentang golongan darah pertama kali ditemukan oleh Dr. Karl Landsteiner pada tahun 1901. Ia menemukan ada 4 tipe golongan darah manusia, dengan diberi simbol tipe A, B, AB, dan O. Menurut Landsteiner jenis darah tidak kompatibel satu sama lain dengan antibodi. Antibodi merupakan protein darah yang menyebabkan penggumpalan pada darah jika jenis darah yang berbeda dicampur. Peristiwa pencampuran darah biasanya terjadi melalui proses transfusi. Ketidakcocokan golongan darah antara resipien (penerima) dengan donor (pemberi) menyebabkan terjadinya peristiwa aglutinasi (penggumpalan) darah. Aglutinasi yang terbentuk dalam pembuluh darah akan menyumbat aliran darah, yang akan berakibat fatal yaitu kematian. Dr D'Adamo's ayah dari peter James, yang juga seorang dokter naturopati melihat bahwa bahan makanan yang berbeda akan lebih bermanfaat untuk beberapa pasien dibandingkan yang lain. Dalam bukunya, satu makanan pada seseorang, bisa menjadi racun bagi orang lain. Hal ini bisa terjadi karena golongan darah yang berbeda-beda.
teori tentang golongan darah menurut Landsteiner


Dr Peter D'Adamo melanjutkan penelitian ayahnya dengan mempelajari proses aglutinasi yang terjadi antara jenis darah tertentu dan makanan tertentu. Berdasarkan hasil analisis dari ahli antropolog tentang asal usul golongan darah seseorang. Golongan darah manusia yang paling awal manusia adalah tipe O. Orang-orang zaman primitif lebih suka berburu, maka diet makanan yang dianjurkan untuk orang bergolongan darah ) adalah makanan yang didominasi oleh daging. orang yang bergolongan darah O mengembangkan antibodi terhadap lektin yang ditemukan dalam makanan agrikultur seperti gandum dan biji-bijian. D'Adamo menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah O harus makan bahan makanan lebih mirip dengan nenek moyang purba mereka yaitu bahan makanan yang berupa daging dan dengan sedikit biji-bijian.


Golongan darah selanjutnya adalah tipe B. Sebagai bangsa kuno yang bermigrasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim golongan darah B lebih berevolusi. Bahan makanan yang dibutuhkan oleh orang yang bergolongan darah B lebih luas dibandingkan orang yang bergolongan darah O. Orang yang bergolongan darah B dapat mengkonsumsi daging, sayuran dan susu. Menurut Dr D'Adamo orang yang bergolongan darah B lebih sedikit memebentuk antibodi terhadap lektin yang ditemukan dalam daging dan tepung. Dia juga mengatakan bahwamengapa orang dengan golongan darah B lebih toleran terhadap produk susu dibandingkan dengan jenis darah lainnya.


Golongan darah selanjutnya adalah Tipe A. Saat kondisi lingkungan berubah, manusia mulai merubah pola makannya, dari makan daging meenjadi mengkonsumsi tumbuhan. Karena adanya perubahan pola makan tersebut, maka terjadi evolusi pada golongan darah A, yaitu terbentuk antibodi untuk lektin yang ada pada daging. Menurut D’Adamo, individu dengan golongan darah A memiliki antibodi yang banyak terhadap lektin yang terdapat pada daging, dan dianjurkan lebih banyak mengkonsumsi bahan makanan nabati atau yang berasal dari tumbuhan.


Jenis golongan darah terakhir adalah tipe AB. Golongan darah ini termasuk tipe langka, populasi orang yang bergolongan darah AB kurang dari 5% dari golongan darah di seluruh dunia. Golongan darah A terbentuk ketika golongan darah A dan golongan darah B bercampur. Seorang ibu bergolongan darah A menikah dengan ayah bergolongan darah B akan melahirkan anakanak yang bergolongan darah AB. Menurut D’Adamo golongan darah B merupakan golongan darah yang kompleks memiliki banyak kekuatan sekaligus punya banyak kelemahan.

Deskripsi
D’Adamo membagi semua bahan makanan ke dalam enam belas kelompok. Kelompok makanan tersebut adalah:
1. Daging unnggas, sapi, ayam, ikan dan kerang
2. Susu, telur, yogurt, es krim, dan telur
3. Minyak, dan minyak dari semua lemak seperti minyak kacang, minyak biji rami, minyak wijen dll
4. Biji-bijan, dan kacang-kacangan
5. Buncis, dan semua kacang polong
6. Sereal, gandum, jagung, dan padi
7. Roti, muffin, kerupuk
8. Bijian, pasta semua tepung, semua mie, spagethi
9. Sayur-sayuran, buah zaitun, paprika, dan alpukat
10. Buah-buah segar, buah kering, dan buah kalengan
11. Jus buah segar, atau jus buah berkonsentrasi
12. Rempah-rempah segar, rempah-rempah kering, sirup miso, kecap, dan saus
13. Bumbu mayones, mustard, saus tomat, jeli, selai, saus salad
14. Teh dan semua teh herbal
15. Aneka kopi, teh hitam, teh hijau, air soda, cola, anggur, bir, dan minuman keras


Dalam enam belas kelompok makanan tersebut dapat dikelompokkkan atas bahan makanan yang dapat meningkatkan berat berat dan bahan makanan yang menurunkan berat badan. Selain itu ia juga mengelompokkan atas bahan makanan yang jika berada dalam tubuh bermanfaat sama seperti obat, bahan makanan netral dan bahan makanan merugikan (harus dihindari). Diet golongan darah ini unik, karena setiap jenis bahan makanan seperti tersebut di atas memiliki reaksi yang berbeda-beda pada setiap golongan darah. Sebagai contoh daging ayam dianggap netral untuk orang yang bergolongan darah O dan A, tapi termasuk bahan makanan yang harus dihindari oleh orang yang bergolongan darah B dan AB. Contoh lain yaitu bahan makanan biji-bijian, seperti gandum, menurut D’Adamo bahan makanan ini sangat baik untuk orang yang bergolongan darah A dan termasuk bahan makanan netral bagi orang yang bergolongan darah AB, tapi bahan makanan ini termasuk bahan makanan yang harus dihindari oleh orang yang bergolongan darah O dan B.


Selain pedoman makanan yang spesifik, dan rinci, makan makanan yang tepat sesuai golongan darah merupakan cara yang baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Disamping itu faktor lain yang harus di hindari adalah stress.
Fungsi


Diet golongan darah didasarkan pada pada kenyataan bahwa semua makanan mengandung lektin, atau protein yang dapat berinteraksi dengan antibodi dalam darah. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Adamo, hampir sebagian besar bahan makanan mengandung protein lektin tersebut.


Ketika protein lektin dalam makanan tertentu bereaksi dengan golongan darah tertentu (A, B, AB dan O), akan menyebabkan reaksi aglutinasi. Reaksi aglutinasi antara darah dengan protein lektin menyebabkan darah menjadi lengket, dan diyakini bahwa darah yang lengket tersebut memicu timbulnya berbagai macam gangguan pada fungsi tubuh seperti gangguan pencernaan, ginjal, masalah pada hati, sakit kepala, diabetes, obesitas dan lain-lain.


Dalam upaya mengatasi terjadinya aglutinasi pada darah yang banyak menyebabkan gangguan pada fungsi-fungsi tubuh, maka seseorang harus menghindari atau membatasi asupan makanan yang menjadi pemicu aglutinasi tersebut. Makanlah makanan yang bereaksi negatif di dalam tubuh. Dengan mengikuti diet golongan darah, meminimalkan terjadinya persinggungan antara darah dengan protein lektin, sehingga tingkat kesehatan seseorang dapat ditingkatkan.
mekanisme pengikatan protein lektin oleh darag


Selain golongan darah, ternyata terdapat sub tipe lain dari golongan darah yaitu golongan darah rhesus. Saat ini golongan darah rhesus kurang populer di kalangan masyarakat awam, padahal sebenarnya tipe golongan darah rhesus ini mampu memecahkan masalah-masalah spesifik dalam hal transfusi dan persoalan keturunan.


Ada dua tipe golongan darah rhesus yaitu rhesus positip dan rhesus negatif. Umumnya 99% orang yang memiliki kulit hitam dan sawo matang memiliki rhesus positip, demikian sebaliknya orang kulit putih (eopa) 99% cenderung bergolongan darah rhesus negatif. Perkawinan antara perempuan bergolongan darah rhesus negatif dengan laki-laki bergolongan darah rhesus positip, sangat kecil untuk memiliki keturunan. Hal ini disebabkan darah bayi mewariskan rhesus yang sama dengan ayahnya mengeluarkan protein asing, yang memicu darah ibu untuk mengeluarkan antibodi untuk membinasakan darah bayi tersebut. Akibatnya bayi lahir dalam keadaan kuning (kurang darah) yang dikenal dengan istilah Erithroblastoesis foetalis.


Inkompatibilitas (ketidakcocokan) pada darah juga dapat terjadi pada peristiwa transfusi darah. Jika resipien yang bergolongan darah rhesus negatif mendapat transfusi darah dari rhesus positip, akan menyebabkan darah penderita mengeluarkan antibodi untuk melawan dan membinasakan darah donor. Akibatnya darah donor akan digunpalkan oleh oleh antibodi resipien. Hal ini membawa dampak serius yaitu kematian pada resipien. Orang dengan golongan darah rhesusu positif lebih fleksibel terhadap semua jenis bahan makanan dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah rhesus negatif.
Manfaat diet golongan darah


Menurut D’Adamo, dengan melakukan diet golongan darah, banyak laporan dari pasien-pasiennya adalah selain menurunkan berat badan juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh.


1. Manfaat diet golongan darah pada orang yang bergolongan darah A adalah penurunan golongan darah, mengurangi resiko penyakit jantung, kanker, anemia, gangguan hati, dan kantung empedu dan diabetes tipe I


2. Manfaart diet golongan darah pada orang yang bergolongan darah B adalah penurunan berat badan, mengurangi resiko diabetes tipe I, sindrom kelelahan kronis, dan gangguan kekebalan otomatis seperti penyakit lupus, dan multi level sclerosis.


3. Manaat diet golongan darah pada orang yang bergolongan darah AB, manfaat jika mengikuti diet golongan darah adalah penurunan berat badan, dan mengurangi resiko penyakit jantung, kanker atau anemia.


4. Bagi orang yang bergolongan darah O, diet golongan darah O menyebabkan penurunan berat badan, mencegah pembekuan darah, penyakit implamasi seperti radang sendi, hipothiroidisme, borok dan asma.


Waspada
1. Karena golongan darah merupakan karakter yang bersifat tetap atau tidak pernah berubah, diet golongan darah bagi orang-orang yang memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan malnutrisi atau penyakit yang berkaitan dengan penurunan kemampuan tubuh akibat usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Seperti penyakit hipertensi dan penyakit jantung bagi orang yang bergolongan darah O dianjurkan untuk mengurangi konsumsi daging, dan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Padahal bahan makanan ini sangat tidak dianjurkan pada orang yang bergolongan darah O. Oleh sebab itu diet golongan darah ini tidak dianjurkan, dan mungkin berbahaya bagi pemeliharaan kesehatan selanjutnya.


2. Orang yang bergolongan darah A yang memiliki penyakit osteoporosis. Penyakit osteoporosis disebabkan karena tubuh kekurangan kalsium dalam jangka waktu yang lama. Bahan makanan yang mengandung kalsium tinggi justru terdapat dalam susu, yang merupakan bahan makanan yang harus dihindari oleh orang yang bergolongan darah A.oleh sebab itu tidak dianjurkan untuk melakukan diet golongan darah


3. Orang-orang yang mengalami defisiensi atau anemia sangat memerlukan konsumsi protein lebih banyak, terlepas dari apa golongan darahnya.

Resiko
Diet tidak seimbang dalam pola makan, dapat menyebabkan resiko kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang (malnutrisi), hal ini akan menyebablan penurunan tingkat kesehatan seseorang. Orang-orang dengan kondisi medis malnutrisi tidak dianjurkan untuk melakukan diet golongan darah


Tanggapan Masyarakat terhadap Diet golongan darah
Sementara banyak orang yang merasakan manfaat dari diet golongan darah dalam hal penurunan berat badan dan peningkatan kesehatan tubuh. Beberapa masyarakat tidak menyakini efektifitas diet golongan darah. Beberapa kritikus berpendapat bahwa hampit tidak ada data yang mendukung bahwa diet golongan darah menyebabkan terjadinya penggumpalan pada sel-sel darah. Secara logika jika terjadi aglutinasi (penggumpalan) maka ribuan orang akan mati setiap tahun akibat kegagalan organ yang disebabkan oleh proses aglutinasi ini, dan ahli patologi akan dengan mudah mendeteksi penyebab kematian ini. Namun kenyataannya tidak ada bukti atau temuan dalam kajian literatur tersebut.


Data hasil penelitian
Belum ada penelitian atau jurnal-jurnal penelitian yang membandingkan antara mereka yang mengikuti diet golongan darah atau mereka yang mengikuti diet lain. Belum ada uji klinis yang memberikan gambaran kebenaran antara reaksi protein lektin dengan sel-sel darah seseorang. Penelitian menyuntukkan protein lektin pada kelinci hanya memunculkan gejala menyerupai artritis.


Hal tersebut dibantah oleh Adamo, dari hasil penelitian mengukur dampak lektin pada pasiennya, dengan menggunakan skala India (ukuran efektifitas dalam perut) menunjukkan adanya penurunan fungsi hati, dan usus, peningkatan kadar racun dalam darah. Dan jika pasien tersebut melakukan diet golongan darah yang benar, bahwa nilai skala media tersebut turun secara signifikan.
Jadi menurut pendapat anda, diet golongan darah itu termasuk fakta atau fiktif?

Sumber

D'Adamo, Peter MD with Allan Richards. One Man's Food—Is Someone Else's Poison. Toronto, Ontario, Canada: Health Thru Herbs (1994).

D'Adamo, Peter JMD and Catherine Whitney. Cook Right for Your Blood Type: The Practical Kitchen Companion to Eat Right for Your Blood Type Berkley, CA: Berkley Trade, 2000


D'Adamo, Peter MD with Catherine Whitney. Eat Right For your Type: The Individualized Diet Solution to Staying Healthy, Living Longer, and Achieving your Ideal Weight

D'Adamo, Peter JMD and Catherine Whitney. Live Right for Your Blood Type New York, NY: Putnam Adult, 2000.


22 komentar:

Firdaus Fajar Kurniawan XI IPA 1 mengatakan...

Menurut Saya, diet golongan darah itu fiktif, karena setiap orang berbeda-beda kebutuhan nutrisinya, dan setiap orang juga memiliki kecocokan untuk berbagai jenis dan jumlah porsi makanannya. Dan perbedaan ini tidak signifikan ditentukan oleh golongan darah seseorang.

Crestin Natalia Manalu mengatakan...

menurut saya diet ini fiktif. Misalnya saja orang yang bergolongan darah O dalam diet golongan darah ini kan dianjurkan mengkonsumsi daging dengan lebih sedikit biji-bijian, tetapi faktanya apabila orang itu setiap hari terus-menerus mengkonsumsi daging dan sedikit saja biji bijian, dia bisa saja terkena penyakit kangker dan penyakit penyakit berbahaya lainnya. Apalagi dari yang saya baca protein hewan merupakan salah satu pemercepat pertumbuhan sel kangker. Jelas ini membahayakan.
Jadi menurut saya diet yang baik adalah makan makanan 4 sehat 5 sempurna dengan kadar yang seimbang, dengan pola yang teratur, entah orang itu golongan darah A, B, AB ataupun O.

Anonim mengatakan...

Aghnia Fauziah (XI IPA 1 / 03):
Saya rasa diet golongan darah merupakan teori yang fiktif. Saya mengatakan hal ini karena dalam hal dalam diet golongan darah tidak sepenuhnya tepat. Karena memang dibenarkan perbedaan golongan darah membawa perbedaan ciri. Namun,membedakan makanan pada setiap golongan darah tidak dapat dibenarkan. karena dalam diet golongan darah tidak memasukkan aspek lain seperti lingkungan, kebiasaan, dan iklim pada setiap orang. Karena lingkungan, kebiasaan, dan iklim juga turut mempengaruhi kecocokan dan kebutuhan nutrisi pada jenis makanan dan porsi makanan seseorang.

Elisabeth T XI IPA 1 mengatakan...

menurut saya diet menurut golongan darah ini fiktif karena jika seseorang hanya memakan sebagian makanan seperti orang yang memiliki golongan O yang bagusnya memakan banyak daging dan sedikit biji-bijian ia akan kekurangan karbohidrat dan vitamin yang berasal dari biji-bijian. seharusnya setiap orang memakan makanan dengan porsi yang seimbang sehingga kebutuhan tubuh akan protein , karbohidrat, vitamin dan lainnya akan terpenuhi dengan baik.

ImroatusSholihah mengatakan...

Bagi saya diet golongan darah itu fiktif. Sebab kebutuhan gizi & nutrisi setiap orang berbeda tergantung dari berat badan, aktivitas dan kondisi tubuh. Contoh seseorang yang terkena anemia dianjurkan untuk banyak mengonsumsi daging, tetapi bagi penderita hipertensi hal ini justru memperparah penyakit yang dideritanya, apapun golongan darahnya. Lagipula pada umumnya seseorang terserang penyakit, karena pola hidup yang salah, keadaan lingkungan sekitar yang tidak sehat atau keturunan dan hal ini sama sekali tidak kaitannya dengan golongan darah.

a little story mengatakan...

Nur Halipah XI Ipa 1
Menurut saya diet golongan darah ini hanya fiktif. Karena secara ilmiah pun diet golongan darah ini belum dapat di buktikan kebenarannya. Seperti orang yang bergolongan darah B dan AB di sarankan untuk menghindari dagaing ayam, jika orang yang meiliki golongan darah B dan AB tidak mengkonsumsi daging ayam dia pasti akan kekurangan protein dalam tubuhnya dan akan menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuhny6a. Jadi menurut saya diet yang tepat adalah diet yang tidak tidak menghilangkan zat-zat penting yang diperlukan tubuh seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral,dll.

Khairana Adani P XI IPA 1 mengatakan...

menurut saya diet menurut golongan darah termasuk fiktif, karena setiap orang memerlukan nutrisi yang seimbang dan hal tersebut berlaku pada semua golongan darah. padahal jika seseorang mengikut diet tersebut ia akan menghindari beberapa jenis makanan padahal dari makanan tersebut mengandung nutrisi untuk tubuh. Nutrisi pun menjadi tidak seimbang, seharusnya diet yang baik tidak membuat tubuh kehilangan nutrisi yg baik untuk tubuh

Firzha AR mengatakan...

Firzha AR (11ipa1)- fakta
Menurut pendapat saya tidak masalah memperhatikan makanan sesuai artikel diet golongan darah ini. Karena nutrisi yang diserap oleh tubuh seseorang berbeda-beda. Jika makanan yang terserap darah tidak sesuai dengan golongan darah kita maka sel-sel darah tidak bisa bekerja dengan baik sehingga menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Dengan mengikuti diet ini, makanan yang diserap tubuh sesuai dengan golongan darah maka metabolisme menjadi mudah. Misalnya golongan darah B tidak dianjurkan mengkonsumsi ayam. Menurut saya, bukan berarti golongan darah B tidak boleh mengkonsumsi ayam namun tahu batasan-batasannya, lagipula protein tidak hanya didapat dari daging ayam. Selain itu diet ini sudah dilakukan penelitian, bahkan para dokter sudah menganjurkan diet golongan darah. Dan dari artikel yang saya baca, sudah terbukti hasilnya oleh beberapa orang yang telah mencoba.

Afifah Listiati mengatakan...

menurut saya, teori diatas mungkin saja benar, karena perbedaan karakteristik darah dan protein lektin pada makanan mungkin dapat mempengaruhi kekentalan darah. tetapi bila teori diatas benar, lalu mengapa orang jaman dulu tidak sakit karena tidak menerapkan diet itu? mengapa orang harus mengikuti diet itu dan keluar dari 4 sehat 5 sempurna? apakah baik kehilangan 1 materi gizi dalam jangka panjang? karena itu saya harap ada penelitian dan percobaan lebih lanjut agar diperoleh data yang valid.

Adli Trirafdi W mengatakan...

XI IPA 1. Menurut saya, diet golongan darah tidak sepenuhnya fakta. Mungkin memang benar kalau beberapa orang berhasil dengan diet golongan darah ini. Namun mungkin di sebagian orang juga tidak. Karena dalam diet makanan ini, seharusnya banyak sekali aspek yang harusnya dipertimbangkan oleh peneliti, tidak hanya golongan darah saja. Semisal bagaimana jika pendiet mengidap alergi pada suatu bahan makanan, penyakit seperti kolestrol dan diabetes, tingkat kekebalan tubuh, serta sistem pencernaan masing masing individu. Hal ini masih belum dibahas dalam penelitian ini. Di alergi misalnya, jika orang dengan golongan darah 'b' alergi dengan ikan, maka anda akan sangat rugi karena sumber protein bagi gol. darah 'b' hampir 80% adalah dari ikan. Begitu juga dengan tingkat kekebalan dan penyakit yang kita derita. Kolestrol dan diabetes adalah salah satu penyakit yang mewajibkan kita untuk menjaga apa yang masuk ke tubuh kita. Jadi apabila di diet gol. darah kita dianjurkan makan suatu makanan, padahal kita sedang mengidap penyakit yg justru tidak diperkenankan mengonsumsi itu, maka ini akan sangat membingungkan kita.

Jadi kesimpulan saya, artikel ini tidak sepenuhnya fakta, karena ada kemungkinan tidak cocok di beberapa orang.

Anonim mengatakan...

XI IPA 1/7
Menurut saya hal ini adalah fakta dan saya setuju dengan hal ini. Karena yang saya tahu tentang kadar standar nutrisi dan tentang diet selalu berkaitan apalagi jika di dunia ini manusia memiliki banyak karakteristik. Salah satu karakteristik tersebut adalah Gol.Darah. Para peniliti yang telah membagi atau meninjau tentang berbagai gol.darah tersebut berdasarkan kandungan materi yang di dalamnya bukan? jadi menurut saya hal ini benar. Diet berdasar gol.darah itu bisa dan mungkin saja lebih efektif dibanding diet yang hanya bermodal keinginan dan ambisi saja, dengan mempelajari hal ini kita dapat lebih mengenal diri dan karakteristik tubuh kita. Apa salahnya mencoba?

Anonim mengatakan...

hesti sri wahyuni..
Diet sendiri bukan mengurangi atau membatasi makanan, tetapi lebih dalam mengatur pola makan baik kualitas dan kuantitasnya, agar seimbang sesuai kebutuhan tubuh.Jadi dalam hal ini kita tidak memfokuskan,mengurangi ataupun membatasi makanan yang kita konsumsi dalam diet berdasarkan golongan darah saja.Seperti pada diet golongan darah O yang lebih mengutamakan memakan daging ini jelas tidak baik bagi keseimbangan tubuh yang seharusnya juga mesti diasupi karbohidrat,protein,vitamin,mineral,dll.agar diet yang kita jalani bisa sesuai yang kita inginkan dan tidak mengganggu kesehatan tubuh kita.
jadi,bisa di bilang diet ini lebih ke fiktif.

Anonim mengatakan...

Diet adalah pengurangan atau pembatasan jumlah asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi, walaupun ada pengurangan dan pembatasan dalam jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh harus tetap bernutrisi dan tetap dapat mengeluarkan energi. Agar darah dapat menerima dan mencerna makanan-makanan yang ada kita harus makan makanan yang sesuai dengan golongan darah kita, agar walaupun kita melakukan diet metabolisme dalam tubuh kita tidak terganggu, jika metabolisme terganggu akan menyebabkan penyakit baru lainnya. Jadi menurut saya hal ini adalah FAKTA

MARIA FAUSTINA P.S. XI IPA II

Anonim mengatakan...

Laily Nadhira-XI IPA 2
Menurut saya diet golongan darah itu fakta. Kenapa? Karena setiap golongan darah kita memiliki kandungan lektin yang berbeda-beda, jadi di setiap apa yang kita makan pasti ada kecocokan dengan makanan tersebut dan ketidakcocokan pada makanan tersebut. Jika makanan yang kita makan tidak cocok atau merugikan pada golongan darah kita, maka lektin pada darah akan mengalami aglutinasi atau penggumpalan yg merugikan pada darah kita. Begitupun sebaliknya, jika apa yg kita makan cocok dengan lektin pada golongan darah kita tentunya aglutinasi pada darah bisa dikurangi dan menyebabkan keuntungan bagi tubuh kita. Kalau ada keuntungannya bagi tubuh kita, jelas pasti bisa mencegah atau setidaknya mengurangi resiko penyakit-penyakit pada kita dengan menghindari makanan yang tidak dianjurkan pada golongan darah.

Anonim mengatakan...

Ganik Wahyuningtias (XI IPA2/09)

Menurut saya artikel "Diet Golongan Darah" itu fakta karena reaksi kimia bisa terjadi antara darah dan makanan. Reaksi ini disebabkan oleh faktor yang disebut Lektin. Lektin dan beragam protein yang ditemukan dalam makanan memiliki sifat aglutinasi yang mempengaruhi darah Anda. Jadi, ketika Anda makan makanan yang mengandung lektin protein yang tidak cocok dengan tipe antigen darah Anda, maka lektin mulai mengaglutinasi sel-sel darah dan ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Anonim mengatakan...

Pungky Ramadhani Pamungkas Aminoto (XI IPA 3 / 16)

Menurut saya, diet golongan darah adalah fiktif karena jika dilakukan terus menerus akan menyebabkan malnutrisi yang fatal. Faktanya, meskipun seseorang mengkonsumsi bahan makanan yang tidak sesuai dengan golongan darahnya, bisa saja menjadi lebih baik daripada mengkonsumsi bahan makanan yang sesuai golongan darahnya. Terkadang seseorang tidak menyukai susu, ikan, daging, dll. Mungkin saja orang tersebut alergi dengan makanan tersebut. Selain itu, diet bisa menyebabkan seseorang jadi rentan terhadap penyakit karena kurangnya asupan gizi yang semestinya harus dipenuhi. Darah bisa menjadi lengket / kental justru lebih disebabkan karena kekurangan air karena komposisi darah sendiri 55%nya plasma darah yang banyak mengandung air. Oleh karena itu, disarankan untuk memenuhi makanan yang memang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dll. Tidak lupa juga untuk minum air putih setiap hari agar tidak dehidrasi dan tidak menyebabkan pengentalan pada darah.

Anonim mengatakan...

Endah Tri Wahyuni/ XI IPA 3

Menurut saya diet golongan darah ini tidak semuanya baik untuk dilakukan. Karena dalam mengatur pola makan sendiri tidak selamanya dapat dilakukan berdasarkan, misalnya ada seseorang bergolangan darah B yang karena suatu penyakit dilarang mengkonsumsi biji-bijian, namun jika dilihat dari artikel golongan darah ini seseorang yang bergolongan darah B baik menkonsumsi biji-bijian, namun jika seseorang yang bergolongan darah B itu mengikuti sesuai diet golongan darah ini maka akan memperburuk kondisi kesehatanny. selain itu protei yang diperlukan oleh tubuh tidak hanya berupa protein nabati saja ataupun protein hewani saja. asupan protein nabati dan protein hewani harus seimbang sehingga secara tidak langsung dapat terbentuk tubuh yang ideal. selain itu tubuh seluruh manusia juga memerlukan asupan sayur-sayuran dan buah-buahan serta kalsium yang berguna untuk membentuk tulang.jika ingin melakukan diet yang benar maka, makanlah makanan yang bergizi seimbang sesuai ketentuan (4 sehat 5 sempurna) serta rajinlah berolahraga.

Dan menurut saya diet golongan darah ini adalah fiktif.

Anonim mengatakan...

Tasliah XI IPA 3
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Menurut saya, diet golongan darah bisa dibilang fiktif dan bisa juga dibilang fakta.
Mengapa fiktif? Karena jika seseorang melakukan diet sesuai golongan darahnya, berarti dia dianjurkan untuk tidak memakan makanan tertentu. Sehingga, bisa jadi dia akan kekurangan maupun kehilangan salah satu asupan gizi dan nutrisi dalam tubuhnya yang dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesehatan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari kita dianjurkan untuk memakan makanan 4 sehat 5 sempurna.
Mengapa fakta? Karena dari artikel “Diet Golongan Darah” ini menyatakan bahwa banyak orang yang telah merasakan hasil dari diet golongan darah tersebut. Dan dr. D’Adamo pun menjelaskan bahwa diet golongan darah ini tidak hanya meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi juga untuk mencapai berat badan yang ideal. Percaya atau tidak? Anda dapat mencobanya sendiri. :)
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

Zakiah Apriliani, 2ipa3-21

menurut saya, bisa disimpulkan perubahan sifat darah terhadap makanan sudah ber-evolusi dalam waktu yang sangat lama. mungkin saja, suatu saat nanti diet golongan darah juga bisa bergeser keadaannya. Diet golongan darah sendiri menurut saya bisa dipandang baik, tapi juga terlihat terlalu subjektif. tidak semua orang memiliki sifat darah seperti yang dijabarkan Dr D'Adamo. dia juga menganjurkan jenis makanan (contoh darah O) daging, sedangkan jika sudah sakit harus mengurangi makan daging. bukankah itu terlihat jika kita sudah dalam kondisi parah kita baru tersadar teori itu salah? jadi menurut saya, percayai saja apa yang menurut anda benar. toh, yang paling menyangi kita adalah diri kita sendiri.

Anonim mengatakan...

Dimas Satria P. 2IPA3-5

menurut saya diet golongan darah ini bisa dibilang suatu hal yang tidak sepenuhnya benar, kenapa?
kita bisa tahu bahwa jika makanan-makanan tertentu yang dihilangkan dalam artian tidak boleh dimakan karena tidak sesuai dengan golongan darahnya ini membuat sebagian asupan 4 sehat 5 sempurna jadi tidak terpenuhi. untuk beberapa orang mungkin berhasil tapi untuk sebagian lainya bagimana?
Diet golongan darah akan menyebabkan seseorang terkena malnutrisi jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

karena setiap manusia membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang berbeda ,lebih baik melakukan diet yang memenuhi 4 sehat 5 sempurna namun tidak berlebihan buat kita. karena menurut saya ini lebih baik daripada menghilangkan sebagian nutrisi yang menyebabkan malnutrisi.

kesimpulan saya lakukan diet yang memenuhi asupan nutrisi dan gizi namun tidak berlebihan, dan satu lagi lakukan dengan sabar

Anonim mengatakan...

desy nurlela_ XI IPA 3

Menurut saya, diet golongan darah ini termasuk fiktif. Karena manusia modern ini telah berevolusi jadi kita gak harus mengikuti asal usul nenek moyang kita. Sangat jelas perbedaan kita dengan manusia zaman primitive . lagipula, kita membutuhkan nutrisi di tubuh kita. Contohnya saja orang yang bergolongan darah o yang harus mengikuti pola makan pada zaman primitive yaitu makan banyak daging dan biji-bijian, apakah orang yang bergolongan darah o setiap hari harus makan daging dan biji-bijian saja ? berarti di dalam tubuh mereka hanya ada protein saja dan tidak ada nutrisi lainnya. menurut saya sangat tidak bergizi . lebih baik makanlah dengan pola 4 sehat 5 sempurna dengan takaran makan yang mencukupi agar nutrisi di dalam tubuh berimbang dan kita pun juga sehat.

Anonim mengatakan...

Agus Jaya 2 IPA 2

assalamualaikum wr. wb.

menurut saya, diet golongan darah ini adalah fakta. kenapa saya bilang fakta? karena, apa yg telah saya baca di artikel di atas tadi. bahwa para pasien dari D’Adamo ada yg laporan ke dia bahwa "selain menurunkan berat badan juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh." itula, yg dikatakan dari para pasien D'Adamo. sehingga, setelah saya membaca tadi saya berpendapat bahwa ada orang yg telah melakukan diet tersebut. dan sudah ada hasilnya. sehingga, saya berpendapat bahwa diet golongan darah ini adalah fakta.
terimakasih, wassalamualaikum wr. wb.