04 November 2008

JAMUR


PENDAHULUAN

Manusia Jamuran!
yang ini lain lagi, makanan berjamur
Yang ini, Makanan jamuran


Apakah itu Fungi?

Fungi merupakan organisme eukariotik, heterotrof karena tidak mengandung klorofil, makanan diambil dengan cara absorbsi dari lingkungan dan berkembang biak dengan spora.

cara mendapatkan nutrisi pada beberapa makhluk hidup
~ Fungi = heterotrof yang absorbtif
~ Hewan = heterotrof yang fagotrof
heterotrof adalah organisme yang tidak dapat mensintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik
~ Tumbuhan = autotrof

CIRI DAN STRUKTUR TUBUH
1. bentuk tubuh ada yang uniseluler (bersel 1) dan ada yang multiseluler (bersel banyak)

2. Bentuk tubuh jamur yang bersel satu umumnya bulat, sedangkan jamur yang bersel banyak tersusun atas kumpulan benang (hifa) yang disebut miselium.

3. Jenis hifa yang membangun tubuh jamur multiseluler ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat (hifa coenositik).
4. Fungsi hifa adalah untuk menyerap nutrisi dan sebagai alat reproduksi vegetatif (membentuk alat pembiakan vegetatif berupa sporangium dan konidium)
5. habitat jamur umumnya di daratan terutama di tempat-tempat yang lembab
6. Struktur sel eukariotik, memiliki dinding sel yang terbuat dari kitin
7. cara hidup ada yang saprofit (menguraikan sampah organik), parasitik (merugikan organisme lain karena mengambil makanan dari makhluk yang ditumpanginya) dan simbiosis (hidup bersama dengan makhluk hidup lain)

REPRODUKSI

1. Jamur bersel satu (uniseluler)
Untuk jamur yang uniseluler, reproduksi secara vegetatif dengan cara membentuk tunas, sedangkan reproduksi generatif dengan menggunakan ascus.

2. Jamur bersel banyak (multiseluler)
Untuk jamur multiseluler reproduksi vegetatif dengan menggunakan spora aseksual yang terbentuk dalam konidium atau sporangium, sedangkan reproduksi generatif dengan menggunakan spora seksual yang terbentuk dalam ascus, atau basidium.

KLASIFIKASI JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, teriri dari yaitu:

1. Zygomycotina (kelas Zygomycotina)

...a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
...b. Hifanya bercabang banyak, dan tidak bersekat (coenositik_
...c. Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel (aplanospora) yang dibentuk oleh sporangium, dan generatif dengan cara gametangiogami (perkawinan) dari dua hifa yang berbeda muatan (-/+) dan menghasilkan zigospora
...d. Contohnya : Rhizopus sp
......Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu :
......* stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti),
......* rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan),
......* sporangiofor
(tangkai sporangium).

Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora. Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).

Contoh lain dari jamur ini dan perannya adalah:

1. Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
2. Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
3. Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe
4. Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat
5. Plasmopora viticola Parasit pada anggur

2. Ascomycotina

...a. Hidup saprofit di dalam tanah atau hipogean atau i kotoran ternak disebut koprofil, dan ada juga yang parasit pada tumbuhan.
...b. Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat.

Cara berkembangbiak ada dua cara:

a. Secara vegetatif dengan cara:
...~ membentuk spora berdinding tebal (kalmidospora)
...~ fragmentasi
pemisahan sebagian cabang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru,
...~ tunas/kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces.

b. Secara generatif
Dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus itu berkumpul dalam badan yang disebut askokarp.

Contohnya:
a. Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape
b. Saccaharomyces ovale untuk membuat tape
c. Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang
d. Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin
e. Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin
f. Penicillium camemberti mengharumkan keju
g. Penicillium roquerforti mengharumkan keju
h. Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin
i. Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung
j. Aspergillus oryzae untuk membuat tape
k. Aspergillus wentii untuk membuat kecap
l. Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga
m. Laboulbenia parasit pada serangga
n. Claviseps purpurea bahan obat-obatan
o. Reosellina arcuata hidup pada potongan akar
p. Nectria cinabarina parasit pada kayu manis
q. Neurospora sitophila untuk membuat oncom

3. Basidiomycotina

~ Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang.
~ Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora).
~ Cara reproduksi : vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora)


Contohnya:
a. Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan
b. Ustilago vireus parasit pada padi
c. Ustilago maydis parasit pada jagung
d. Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan
e. Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan
f. Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah
g. Ustilago compestris jamur kaleng
h. Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat
i. Pleurotes (jamur tiram) enak dimakan
j. Exobasidium vexans parasit pada tanaman the
k. Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan karet

4. Deuteromycotina
a. Belum diketahui tingkat seksualnya, disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti)
b. Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya
(askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur
ini masuk Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif oleh Dodge
(1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan namanya diganti menjadi Neurospora sitophila.

Contohnya
a. Helminthosprium oryzae parasit pada padi
b. Sclerotium rolfsii parasit pada bawang merah
c. Monila sitophila jamur oncom, enak dimakan
d. Tinea versicolor jamur panu
e. Epidermophyton floocossum jamur kulit, parasit pada kaki atlit
f. Verticillium penyebab layu pada bibit-bibit tanaman
g. Curvularia parasit pada rerumputan

MIKORIZA

Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur, mikoriza merupakan jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman. Berdasarkan kedalaman jaringan yang digunakannya mikoriza dapat digolongkan menjadi dua tipe mikoriza, yaitu:

a. Ektomikoriza
Yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar, yakni pada jaringan epidermis. Dari tumbuhan inangnya memperolah bahan makanan seperti vitamin, gula, asam amino. Sedangkan inangnya mendapatkan air dan unsur-unsur dari tanah lebih banyak. Contohnya jamur ektomikoriza bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung.

Endomikoriza
Yaitu hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks. Endomikoriza tidak mempunyai inang khusus. Contohnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran, dan berbagai jenis pohon.

LUMUT KERAK

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras) dan melekat erat pada substratnya.Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk seperti daun. Contohnya : Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti semak atau menggantung seperti jumbai atau pita. Contohnya Usnea longissima

Reproduksi generatif yaitu berdiri sendiri antara jamur dan ganggang yang bersimbiosis, dan vegetatif dengan cara fragmentasi.

Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:

a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinyaDapat digunakan sebagai indikator pencemaran

Selengkapnya materi jamur dengan format ms word (doc) Download disini

Multimedia presentasi jamur dengan format powerpoint (ppt) Download disini

Latihan soal jamur Download disini

Tes blok jamur 1 Download disini

Tes blok jamur 2, Download disini

Her tes blok jamur Download disini


Lembar kegiatan siswa Download disini

1 komentar:

Akbar Jamaluddin mengatakan...

Trmaksh ibu...
mmang ibu pntaz jd guru berprestasi..