13 Maret 2009

Soal Olimpiade Biologi

Latihan soal Olimpiade Biologi

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


I. Reproduksi sel


1. Fase pembelahan meiosis mempunyai cirri sebagai berikut!

· Kromosom bergerak pada bidang equator

· Setiap benang gelendong mengikat satu kromosom dan bertumpu pada sentromernya

Fase pembelahan yang paling tepat berdasarkan cirri-ciri tersebut adalah …

a. Metaphase I

b. Metaphase II

c. Anafase II

d. Profase II

e. Telofase I (olimpiade 2008)

2. Bagian dari kromosom yang berperan dalam perlekatan gelendong mitosis selama pembelahan sel adalah …

a. Kromatofor

b. Kromomer

c. Kinetokor

d. Sentriol

e. Chiasma (olimpiade 2008)


3. chiasma dari tetad terbentuk pada meiosis selama …

a. profase I

b. metaphase I

c. Anafase I

d. Profase II

e. Metafase II (olimpiade 2008)


4. Penyelesaian fase S dari siklus suatu sel mamalia ditandai sebagai berikut ini, kecuali …

a. Kandungan histon per sel dua kali lipat disbanding ketika sel berada pada G1

b. Pada DNA yang mengalami replikasi, basa-basa nitrogen yang baru terbentuk berpasangan dengan basa-basa parental

c. Setiap kromosom yang mengalami replikasi memiliki empat telomere

d. Sister chromatids terpisah satu sama lain

e. Nucleus mengandung jumlah DNA yang ekivalen dengan suatu tetraploid yang berada pada G1 (olimpiade 2007)


5. Manakah dari organel berikut yang mengalami pembelahan selama mitosis?

a. Ribosom

b. Lisosom

c. Nucleolus

d. Mitokondria

e. Tidak satupun jawaban di atas (Olimpiade 2004)


II. Metabolisme


6. Manakah pernyataan berikut ini yang benar tentang enzim yang telah mengalami denaturasi?

a. Struktur primernya tidak rusak

b. Masih mampu mengkatalisis reaksi yang spesifik

c. Mampu menurunkan energy aktivasi

d. Sisi aktifnya masih dapat berikatan dengan ligan

e. Jika denaturasi bersifat reversible, ia tidak mampu membentuk struktur dimensinya secara spontan (Olimpiade 2009)


7. Suatu inhibitor kompetitif dari suatu enzim membawa dampak dengan …

a. Pembentukkan ikatan kovalen yang bersifat irreversible dengan enzim yang secara efektif mencegah disosiasi enzim darinya

b. Memodifikasi beberapa residu asam amino secara irreversible yang membantu menyusun sisi aktif enzim

c. Berkompetisi dengan molekul substrat untuk enzim yang sama tetapi pada sisi pengikatan yang berbeda dari sisi pengikatan substrat

d. Menurunkan secara reversible sejumlah molekul enzim yang tersedia untuk mengikat substrat

e. Menurunkan angka pergantian enzim secara reversible

(Olimpiade 2009)


8. Semua pernyataan berikut adalah benar tentang enzim, kecuali …

a. Setiap enzim memiliki pH optimum tertentu

b. Pada suhu tinggi, laju reaksi yang dikatalisis enzim akan menurun akibat proses denaturasi yang dialami oleh enzim

c. Seluruh bagian dari enzim terlibat dalam reaksi katalitik

d. Beberapa enzim memiliki gugus tambahan berupa molekul nonprotein atau metalloid

e. Enzim mengkatalisis suatu reaksi dengan cara menurunkan energy aktivasi

(olimpiade 2008)

9. Enzim yang mengkatalisis reaksi A --------> B berubah ....

<--------

b. Konstanta keseimbangan

c. Kesetimbangan konsentrasi A

d. Entropi reaksi

e. Laju dari kedua reaksi maju dan balik (olimpiade 2007)


10. Berdasarkan grafik pengaruh pH terhadap aktifitas enzim dibawah ini!


80%

100%

1

3

5

7

9

11

13

Text Box: Aktifitas enzim

Mana yang benar dari pernyataan dibawah ini berdasarkan grafik di atas?

a. Enzim memiliki beberapa aktifitas pada semua nilai pH

b. Suatu enzim dapat memiliki lebih dari satu pH optimum

c. Kurva aktivitas enzim yang terdapat pada lambung serupa dengan enzim

d. Kedua enzim memiliki aktifitas optimum sekitar pH

e. Enzim 2 bekerja baik pada asam tinggi (olimpiade 2005)

Soal selengkapnya Download disini

Seleksi tingkat sekolah olimpiade biologi Download disini

11 Maret 2009

Urinalisis


URINALISIS

Pendahuluan

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Pengeluaran urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.

Secara umum urin berwarna kuning. Urin encer warna kuning pucat (kuning jernih), urin kental berwarna kuning pekat, dan urin baru / segar berwarna kuning jernih. Urin yang didiamkan agak lama akan berwarna kuning keruh. Urin berbau khas jika dibiarkan agak lama berbau ammonia. Ph urin berkisar antara 4,8 – 7,5, urin akan menjadi lebih asam jika mengkonsumsi banyak protein,dan urin akan menjadi lebih basa jika mengkonsumsi banyak sayuran. Berat jenis urin 1,002 – 1,035.

Secara kimiawi kandungan zat dalan urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolism lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, sulfat, Ca dan Mg), hormone, zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah Kristal kapur dsb)

Volume urin normal per hari adalah 900 – 1200 ml, volume tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya suhu, zat-zat diuretika (teh, alcohol, dan kopi), jumlah air minum, hormon ADH, dan emosi.

Interpretasi warna urin dapat menggambarkan kondisi kesehatan organ dalam seseorang.

a. Keruh.Kekeruhan pada urin disebabkan adanya partikel padat pada urin seperti bakteri, sel epithel, lemak, atau Kristal-kristal mineral.

b. Pink, merah muda dan merah. Warna urin seperti ini biasanya disebabkan oleh efek samping obat-obatan dan makanan tertentu seperti bluberi dan gula-gula, warna ini juga bisa digunakan sebagai tanda adanya perdarahan di system urinaria, seperti kanker ginjal, batu ginjal, infeksi ginjal, atau pembengkakkan kelenjar prostat.

c. Coklat muda seperti warna air teh, warna ini merupakan indicator adanya kerusakan atau gangguan hati seperti hepatitis atau serosis.

d. Kuning gelap, Warna ini disebabkan banyak mengkonsumsi vitamin B kompleks yang banyak terdapat dalam minuman berenergi.

Ayo …. Kita cek kondisi organ dalam kita dengan mengamati warna urin.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pH urin, kadar klorida, kadar glukosa, dan kadar protein urin.

Alat dan bahan:

1. Urin segar 5. Lampu bunsen

2. Kertas Lakmus (indicator universal) 6. Penjepit tabung reaksi

3. Tabung reaksi 7. Biuret / millon

4. Pipet tetes 8. AgNO3 10 %

Cara kerja:

1. Uji pH Urine

- Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi

- Celupkan kertas indicator universal ke dalam urin

- Cocokkan perubahan warna kertas indikator dengan warna standart pH

- Catat hasil pengamatanmu

2. Uji kandungan Glukosa urine

- Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi

- Tambahkan 15 tetes reagen benedict ke dalam urin

- Panaskann selama 1 – 2 menit

- Amati perubahan warna dan endapan yang terjadi

a. Hijau : kadar glukosa 1 %

b. Merah : kadar glukosa 1,5 %

c. Orange : kadar glukosa 2 %

d. Kuning : kadar glukosa 5 %

3. Uji Protein urin

- Masukkan urin sebanyak 2 ml kedalam tabung reaksi

- Tambahkan 8 tetes larutan reagen biuret

- Amati perubahan warna yang terjadi

- Catat dalam tabel hasil pengamatan

4. Uji Kandungan Klorida (Cl)

- Masukkan 5 ml urin dalam tabung reaksi

- Tambahkan 5 tetes larutan AgNO3 10% ke dalam urin

- Amati perubahan yang terjadi, adanya endapan putih menunjukkan adanya klorida radikal dalam urin

Tabel Hasil Pengamatan

No

Nama

Tes / Uji

pH

Glukosa

Protein

Klorida

Warna

1







2







3







4







Pertanyaan

1. Berapakah pH rata-rata dari urin yang di uji? Dan berikan interpretasimu arti nilai pH urin tersebut!

2. Penyakit apa sajakah yang terindikasi jika kadar gula urin positif?

3. Dari manakah asal klorida yang terdapat dalam urine?

4. Jelaskan apakah klorida harus selalu ada dalam urin?

5. Jelaskan hubungan antara kadar protein dalam urin dengan kesehatan!

6. Rumuskanlah kesimpulanmu tentang eksperimen ini