25 April 2013

UN merontokkan pendidikan akhlak mulia

Seperti nya tulisan Pak Benn di bawah ini perlu di jadikan bahan introspeksi diri, apakah kita termasuk dalam deskripsi tersebut? dan ikut andil meciptakan generasi pecundang yang korup? 


Pendidikan ahlakmulia sangat diagung-agungkan dan dirasakan sangat penting di negeri ini. Jika ahlak generasi muda sudah demikianmulia maka korupsi akan hilang lenyap dan rakyat akan banyak kebaikan yang akan kita lihat. Dengan ahlak yang mulia maka integritas manusianya tinggi, kesatuan kata dan perbuatan terjamin, tidak ada dusta diantara kita. Orang berintegritas tinggi juga jujur pada diri sendiri & akan menyatakan dirinya mampu jika dia memperkirakan memang dia mampu dan dia akanmenunjukkan bukti dari apa yang dia katakan.
UN yang terjadi di negeri ini semakin menguliti perilaku sebaliknya. Siswa yang sebenarnya tidak belajar dengan baik (banyak alasan) dengan gagahnya akan menyatakan dirinya pintar dan layak lulus dengan predikat baik walau itu diwujudkan dengan kecurangan. Guru yang membantu siswa mendapat nilai tinggi dengan cara membocorkan jawaban soal dan bahkan yang mendongkrak nilai tidak mau dinyatakan dia tidak kompeten mengajar, makanya dia mengelabui masyarakat dengan prestasi siswanya yang hanya diatas kertas. (Ini bentuk pembodohan sesungguhnya). Kepala sekolah dan pejabat struktural terkait juga lebih suka dinyatakan sebagai pembina yang berprestasi tinggi dengan mengelabui masyarakat dan nilai siswa yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Jika bapak Yusuf Kalla menyatakan bahwa penilaian yang dilakukan guru banyak tidak jujur dan memberi nilai tinggi pada unsur p & q terkait rumus (2p + q + nr)/3+n pada era pelaksanaan EBTANAS seharusnya dipandang sebagai persoalan pendidikan yang terletak pada kompetensi guru.
Integritas guru rendah karena kompetensinya yang memang rendah. Peningkatan integritas guru juga tidak seharusnya mengirim personel keamanan mengawasi penyelenggaran ujian (tentunya ini merupakan ekstra cost). Gurulah yang seharusnya diberdayakan dengan peningkatan kompetensi, karena pendidikan memang harus dipercayakan kepada guru. Ahlakmulia hanya bisa dipercaya dari mereka yang berkompetensi tinggi benn

Tidak ada komentar: