27 September 2026

Inovasi Multimedia Antarkan Herfen Suryati Raih Juara II National Innovative Teacher Competition 2008Koran Kaltim

Koran Kaltim — Selasa, 12 Agustus 2008

Inovasi Multimedia Antarkan Herfen Suryati Raih Juara II National Innovative Teacher Competition 2008

Kejenuhan siswa kerap menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di kelas. Berangkat dari persoalan tersebut, Herfen Suryati berinovasi mengembangkan sistem pembelajaran berbasis multimedia yang mampu membantu siswa memahami konsep-konsep biologi yang abstrak menjadi lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami.

Inovasi pembelajaran tersebut mengantarkan Herfen Suryati meraih Juara II National Innovative Teacher Competition (NITC) 2008, sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia di Yogyakarta pada 22–27 Juli 2008.

Karya yang dipresentasikan berupa multimedia pembelajaran mandiri dalam bentuk CD dengan materi Keanekaragaman Hayati (Biodiversity). Multimedia tersebut dikembangkan menggunakan Microsoft PowerPoint dan dirancang sedemikian rupa agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran melalui berbagai animasi dan permainan edukatif.

Inovasi tersebut ternyata mendapat respons positif dari para siswa di SMA YPVDP Bontang, tempat Herfen mengajar. Pendekatan pembelajaran berbasis multimedia kemudian menjadi salah satu paradigma pembelajaran yang terus ia terapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Saat ini, jika pembelajaran konsep biologi hanya mengandalkan pola pembelajaran konvensional, terutama pada konsep-konsep yang abstrak, akan sangat sulit bagi siswa untuk memahaminya. Hal tersebut justru dapat meningkatkan kejenuhan siswa dalam belajar,” ungkap Herfen ketika ditemui di sela-sela kegiatan Demo Science yang diikuti 2.700 pelajar se-Kota Bontang, Senin.

Menurutnya, multimedia pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya berisi materi dan penjelasan, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai permainan edukatif. Permainan tersebut diadaptasi dari sejumlah permainan yang sudah ada, kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan materi pembelajaran.

Salah satunya adalah permainan untuk mengenali keanekaragaman manusia berdasarkan karakteristik bentuk wajah. Selain itu, siswa juga diajak mengenali keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem melalui animasi dan permainan interaktif.

Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

“Bahkan, waktu dua jam pembelajaran tidak terasa cepat berlalu,” ujarnya.

Mengubah Konsep Abstrak Menjadi Lebih Konkret

Materi biodiversitas yang dikembangkan Herfen merupakan konsep yang menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. Materi tersebut juga mencakup keanekaragaman hayati Indonesia, peranan dan manfaat keanekaragaman hayati, serta berbagai upaya pelestariannya.

Multimedia pembelajaran tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.

Dalam proses pengembangannya, Herfen banyak memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran biologi dari internet, terutama sebagai referensi untuk mengembangkan animasi dan latar multimedia. Ia juga tidak bekerja sendiri.

“Saya banyak mengadopsi model-model pembelajaran dari website pembelajaran biologi di internet, terutama untuk animasi dan background multimedia yang saya buat. Selain itu, saya juga banyak bertanya kepada teman-teman yang memiliki kemampuan IT yang lebih tinggi,” tuturnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu lahir dari penguasaan teknologi yang sempurna sejak awal. Kemauan untuk belajar, mencoba, berkolaborasi, dan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan justru menjadi bagian penting dari proses inovasi seorang guru.

Berawal dari 300 Peserta

Perjalanan Herfen dalam mengikuti kompetisi tersebut bukan tanpa tantangan. Dari sekitar 300 peserta yang mengirimkan karya multimedia pembelajaran, terpilih 30 semifinalis yang kemudian diundang oleh Microsoft untuk mengikuti rangkaian kompetisi di Yogyakarta.

Herfen mengaku sempat merasa kurang percaya diri ketika berada di antara para semifinalis.

“Saya sempat tidak percaya diri. Dari 30 semifinalis yang diundang Microsoft, teman-teman yang lain memiliki kemampuan komputer yang luar biasa.”

Namun, rasa tidak percaya diri tersebut tidak membuatnya mundur. Sebaliknya, ia tetap mengikuti seluruh tahapan kompetisi dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan karena telah berhasil melewati tahap awal dan menyisihkan ratusan peserta lainnya.

Proses penjurian berlangsung dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, peserta mengikuti seleksi untuk menentukan 10 besar dari 30 semifinalis. Para peserta diminta menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikerjakan di laboratorium komputer Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Proposal tersebut kemudian dikirimkan melalui surat elektronik kepada panitia NITC.

Pada tahap kedua, para finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri untuk menentukan peringkat Juara I, II, III serta Juara Harapan I, II, dan III.

Sebelum memasuki tahap penjurian, para finalis juga mendapatkan pembekalan mengenai multimedia pembelajaran dan penelitian tindakan kelas.

Persaingan berlangsung ketat. Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian dan presentasi, dewan juri akhirnya menetapkan Herfen Suryati sebagai Juara II National Innovative Teacher Competition 2008.

Terus Berinovasi

Prestasi tersebut tidak membuat Herfen berhenti berinovasi. Justru pencapaian itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai seorang pendidik untuk terus mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi.

Setelah kompetisi di Yogyakarta, Herfen masih harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang kompetisi Microsoft tingkat berikutnya di Kuala Lumpur, Malaysia, yang direncanakan berlangsung pada Februari tahun berikutnya.

Di akhir pembicaraan, Herfen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) dan PT Badak yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat mengikuti kompetisi dan meraih prestasi tersebut.

Sebuah Catatan dari Perjalanan Seorang Guru

Jika dibaca kembali bertahun-tahun kemudian, berita ini bukan sekadar catatan tentang sebuah penghargaan. Lebih dari itu, ia merekam sebuah gagasan sederhana tetapi penting: guru yang melihat kejenuhan siswa sebagai persoalan akan terdorong mencari jalan keluar.

Teknologi pada akhirnya bukan tujuan. Multimedia, animasi, permainan, dan komputer hanyalah alat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang guru mampu mengubah alat tersebut menjadi pengalaman belajar yang membuat siswa lebih mudah memahami, lebih tertarik untuk belajar, dan lebih berani mengeksplorasi pengetahuan.

Prestasi Juara II NITC 2008 menjadi salah satu bukti bahwa inovasi pendidikan dapat berawal dari ruang kelas—dari kegelisahan seorang guru melihat siswanya kesulitan memahami konsep, kemudian mengubah kegelisahan itu menjadi kreativitas, mencoba sesuatu yang baru, dan akhirnya menghasilkan sebuah karya.

Karena sesungguhnya, inovasi seorang guru tidak selalu dimulai dari teknologi yang canggih. Ia sering kali dimulai dari satu pertanyaan sederhana: “Bagaimana agar siswa saya lebih mudah memahami dan lebih senang belajar?”

"Pengebirian Prestasi" Sekelumit Catatan Seorang Guru

“Pengebirian Prestasi” : Sekelumit Catatan Seorang Guru 

Ketika mendengar kata “prestasi”, gambaran yang muncul biasanya adalah kebanggaan, decak kagum, penghargaan, atau pujian. Prestasi seolah menjadi simbol keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu melalui kemampuan, kerja keras, dan usaha yang sungguh-sungguh.

Menurut Gufron Gozali, prestasi adalah sesuatu yang dapat diraih oleh siapa saja, asalkan ada kemauan dan usaha yang cerdas. Sementara itu, Meidian memandang prestasi dalam makna yang lebih luas. Baginya, prestasi bukan semata-mata tentang keberhasilan pribadi, melainkan juga tentang sejauh mana keberhasilan tersebut memberikan kontribusi dan kemanfaatan bagi masyarakat serta mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Dengan demikian, seseorang yang menjadi juara kelas, memenangkan lomba menyanyi, atau memperoleh penghargaan tertentu memang telah menunjukkan keberhasilan. Namun, dalam perspektif yang lebih luas, prestasi akan memiliki makna yang jauh lebih dalam ketika keberhasilan tersebut tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.

Ada sebuah ungkapan yang sangat populer di tengah masyarakat:

Khairunnās anfa‘uhum linnās
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Ungkapan tersebut sering digunakan untuk menggambarkan bahwa nilai sebuah keberhasilan tidak hanya terletak pada pencapaian pribadi, tetapi juga pada kemanfaatannya bagi sesama.

Lalu, bagaimana dengan istilah “pengebirian”?

Ketika mendengar kata tersebut, kesan yang muncul adalah sesuatu yang dipotong, dikurangi, dihentikan, atau dihilangkan kekuatannya. Dalam konteks hak, misalnya, “pengebirian hak” dapat dimaknai sebagai tindakan mengurangi, membatasi, atau menghilangkan hak seseorang yang semestinya dapat diperoleh.

Di sinilah kemudian muncul pertanyaan: apa hubungan antara prestasi dan pengebirian?

Secara harfiah, kedua kata tersebut tentu tidak memiliki hubungan langsung. Namun, ketika keduanya dirangkai menjadi satu frasa—“pengebirian prestasi”—muncullah makna yang berbeda dan cukup menarik untuk direnungkan.

Ada perbedaan nuansa antara “pengebirian prestasi” dan “prestasi dikebiri”.

“Pengebirian prestasi” lebih menggambarkan sebuah proses. Bukan prestasi yang secara terang-terangan dilarang, melainkan suatu keadaan atau sistem yang secara perlahan membatasi ruang gerak seseorang untuk berkembang dan berprestasi. Dukungan dikurangi, kesempatan dipersempit, kreativitas dibatasi, dan berbagai aturan mungkin dibuat sedemikian rupa sehingga seseorang akhirnya kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Proses itu bisa berlangsung perlahan. Tidak selalu terlihat sebagai sebuah larangan. Bahkan mungkin dibungkus dengan berbagai alasan yang secara administratif tampak masuk akal. Namun, jika terus berlangsung, dampaknya bisa sama: semangat berprestasi perlahan padam.

Berbeda dengan istilah “prestasi dikebiri”. Ungkapan ini terdengar lebih tegas dan lebih langsung. Seolah-olah ada pesan yang jelas: “Prestasi tidak perlu ada di sini.” Tidak ada ruang untuk berkembang, tidak ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, dan tidak ada penghargaan terhadap usaha untuk menjadi lebih baik.

Lantas, mana yang lebih baik: “pengebirian prestasi” atau “prestasi dikebiri”?

Jawabannya tentu saja: keduanya bukan sesuatu yang baik.

Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif, setiap orang justru dituntut untuk terus belajar, berkembang, berinovasi, dan menghasilkan prestasi. Dunia pendidikan pun seharusnya menjadi ruang yang subur bagi tumbuhnya potensi, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.

Lalu, jika seseorang yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berprestasi justru dipersulit, dibatasi, atau tidak diberikan ruang yang semestinya, bukankah itu merupakan sebuah kemunduran?

Kita hidup di zaman yang terus bergerak maju. Teknologi berkembang, ilmu pengetahuan bertambah, dan persaingan global semakin terbuka. Tetapi ironisnya, masih mungkin ditemukan pola pikir atau sistem yang justru membatasi seseorang untuk berkembang.

Apakah kita sedang hidup di zaman modern dengan cara berpikir yang masih terperangkap pada masa lalu?

Entahlah.

Namun, satu hal yang pasti: fenomena semacam itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Ia dapat muncul di mana saja, termasuk dalam dunia pendidikan—dunia yang seharusnya menjadi tempat paling subur bagi tumbuhnya prestasi.

Kalau memang harus memilih, barangkali “prestasi dikebiri” justru lebih “jujur” karena larangannya terlihat jelas. Pesannya terang: “Jangan berprestasi di sini.” Setidaknya seseorang mengetahui batas yang sedang dihadapinya.

Yang lebih mengkhawatirkan justru “pengebirian prestasi”. Ia tidak selalu hadir dalam bentuk larangan terbuka. Ia dapat bekerja perlahan melalui sistem, aturan, kebijakan, atau perlakuan yang pada awalnya tampak biasa saja. Sedikit demi sedikit kesempatan dipersempit, motivasi dilemahkan, kreativitas dibatasi, hingga akhirnya seseorang berhenti berprestasi—bukan karena tidak mampu, tetapi karena lingkungan tidak lagi memberikan ruang yang cukup untuknya bertumbuh.

Dan di sinilah persoalannya menjadi serius.

Sebab, membatasi prestasi seseorang pada akhirnya bukan hanya membatasi individu, tetapi juga membatasi potensi yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Seorang guru tentu berharap anak didiknya tumbuh menjadi manusia yang mampu memberikan manfaat. Seorang pendidik semestinya tidak hanya mengajarkan bagaimana mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga bagaimana mengembangkan potensi, berani bermimpi, bekerja keras, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.

Maka, janganlah kita menciptakan sistem yang membuat orang takut berprestasi. Jangan pula membuat orang merasa bahwa bekerja lebih baik, berinisiatif, dan menunjukkan kemampuan justru menjadi sesuatu yang harus dihindari.

Prestasi seharusnya dirawat, bukan dicurigai.
Potensi seharusnya dikembangkan, bukan dibatasi.
Dan orang yang ingin maju seharusnya didorong, bukan dipatahkan langkahnya.

Ah, sesekali bolehlah seorang guru biologi belajar menjadi “guru bahasa Indonesia”—mencoba membaca makna kata bukan hanya secara denotatif, tetapi juga secara konotatif. Sebab, dunia biologi memang mengajarkan kepastian: jika salah, ya salah; jika benar, ya benar. Tetapi kehidupan sosial terkadang tidak sesederhana itu.

Namun, mungkin justru di situlah menariknya.

Jika yang benar dikatakan benar dan yang salah dikatakan salah, itu namanya ilmu pasti. Jadi, kalau memang ingin bermain dengan kata-kata, sesekali bermainlah dengan makna. Tetapi untuk urusan prinsip, barangkali tetap lebih baik berpegang pada yang pasti-pasti saja.

— Sekelumit catatan seorang guru, 1 Mei 2009

06 Maret 2022

SIMULASI UTBK 2022

 Assalamu alaiku wr wb

Detik-detik menjelas UTBK adalah saat-saat yang mendebarkan bagi pada Pejuang PTN, tidak hanya siswa, orang tua pun harap-harap cemas, tentang peluang anak mereka untuk bisa lolos di PTN yang dicita-citakan. Guru pun juga tidak kalah perannya untuk mempersiapkan agar murid-muridnya memiliki kompetensi yang baik sehingga dapat mengerjakan semua bentuk soal UTBK 2022.

Untuk mempersiapkan kemampuan murid pada soal UTBK, maka harus secara rutin dilakukan simulasi soal-soal UTBK agar murid terus diasah kompetensinya. 

Berikut ini soal simulasi Biologi beserta dengan pembahasannya. Dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi seluruh siswa kelas XII di Indonesia untuk bisa bersiap dan berjuang

Selamat berlatih semoga sukses.


BIOLOGI

Informasi di bawah ini digunakan untuk menjawab pertanyaan nomor 121 sampai dengan 124

Undur undur laut atau ketam pasir hidup di pasir pantai pada garis air laut. Kandungan gizi undur undur laut terbilang cukup tinggi, selain bermanfat secara ekonomi, undur-undur laut berperan secara ekologi karena bertindak sebagai konsumen 1 dalam rantai makanan dan dimanfaatkan sebagai indikator pencemaran untuk merkuri, karena dapat mengakumulasi logam tersebut.

 

76.      Karakteristik yang tidak dimiliki oleh undur-undur laut ....

(A)      kepala dan dada bersatu

(B)       memiliki sepasang antenna

(C)       eksoskeleton dari kitin

(D)      memiliki karapaks

(E)       kaki lima pasang

 

77.      Pada sebuah ekosistem terdapat komponen berikut ini :

(1)  undur-undur laut

(2)  camar

(3)  detritus

(4)  senyawa organik

(5)  dekomposer

 

Urutan rantai makanan yang tepat ditunjukan oleh ....

(A)      (3)-(1)-(2)-(4)-(5)

(B)       (3)-(5)-(1)-(4)-(2)

(C)       (3)-(4)-(5)-(1)-(2)

(D)      (4)-(5)-(3)-(1)-(2)

(E)       (4)-(3)-(5)-(1)-(2)

 

78.      Undur-undur laut berbeda dengan undur-undur darat, perbedaan tersebut dapat dilihat dari ....

(1)  pembagian tubuh

(2)  sistem peredaran darah

(3)  jumlah kaki

(4)  rongga tubuh

 

(A)      jika (1), (2), dan (3) betul

(B)       jika (1) dan (3) betul

(C)       jika (2) dan (4) betul

(D)      jika hanya (4) yang betul

(E)       jika semuanya betul

 

79.      Jika terjadi pencemaran merkuri pada sebuah ekosistem laut , kandungan tertinggi ditemukan pada ....

(A)      produsen

(B)       konsumen 1

(C)       konsumen 2

(D)      konsumen 3

(E)       dekomposer

 

80.      Sepasang suami istri berkulit normal memiliki anak yang albino berapa kemungkinan 3 anak berikutnya normal jika pasangan tersebut merencanakan memiliki 4 anak ....

(A)      9/64

(B)       9/256

(C)       27/64

(D)      27/256

(E)       64/256

 

81.      Berikut tergolong sistem endomembran, KECUALI ....

(A)      karioteka

(B)       mitokondria

(C)       retikulum endoplasma

(D)      badan golgi

(E)       lisosom

 

82.      Ketika kita makan kacang tanah, bagian yang kita makan mengandung ....

(1)  endosperma

(2)  amilum

(3)  embrio

(4)  protein

 

(A)      jika (1), (2), dan (3) betul

(B)       jika (1) dan (3) betul

(C)       jika (2) dan (4) betul

(D)      jika hanya (4) yang betul

(E)       jika semuanya betul

 

83.      Perhatikan mutasi kromosom berikut ini!

Jenis mutasi pada nomor 1 dan 2 secara berturut-turut ….

(A)      inversi parasentrik – katenasi

(B)       inversi perisentrik – katenasi

(C)       translokasi resiprok – katenasi

(D)      translokasi non resiprok – katenasi

(E)       duplikasi – translokasi

 

84.      Pada salah satu bagian organ pencernaan ayam suka ditemukan adanya kerikil yang membantu pencernaan mekanik. Organ pencernaan tersebut adalah ....

(A)      crop

(B)       ventrikulus

(C)       proventrikulus

(D)      sekum

(E)       kloaka

 

85.      Pinus merkusii tidak dapat melakukan autogami karena ....

(A)      berumah dua

(B)       isolasi musim

(C)       uniseksual

(D)      berumah satu

(E)       isolasi gamet

 

86.      Hasil reaksi terang yang dimanfaatkan untuk proses regenerasi pada reaksi gelap fotosintesis adalah ....

(A)      ATP

(B)       NADPH2

(C)       O2

(D)      H+

(E)       H2O

 

87.      Berikut contoh daun tumbuhan yang memiliki anatomi kranz yang terlibat pada proses sintesis karbohidrat pada peristiwa fotosintesis ....

(A)      tebu

(B)       gandum

(C)       kedelai

(D)      anggrek

(E)       bombai

 

88.      Peptidoglikan merupakan senyawa yang dapat ditemukan pada ....

(A)      plasmid bakteri

(B)       mesosom

(C)       membran sel alga biru

(D)      dinding sel bakteri

(E)       kapsid virus

 

89.      Untuk mengurangi penguapan ketika suhu tinggi daun tanaman Zea mays menggulung, bagian yang berperan pada proses tersebut adalah ....

(A)      buliform

(B)       spina

(C)       trikoma

(D)      emergensia

(E)       velamen

 

90.      Pengeluaran keringat merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh . Proses tersebut melibatkan ....

(1)  hipothalamus

(2)  glandula sudorifera

(3)  integumen

(4)  brandikinin

 

(A)      jika (1), (2), dan (3) betul

(B)       jika (1) dan (3) betul

(C)       jika (2) dan (4) betul

(D)      jika hanya (4) yang betul

(E)       jika semuanya betul

 


Pembahasan

76.      Jawab: B

Undur-undur laut tergolong crustaceae/dekapoda yang memiliki beberapa ciri antara lain :

Ø tubuh terbagi menjadi 2 bagian yaitu cephalotoraks/kepala dan dada bersatu dan abdomen/perut

Ø memiliki dua pasang antena

Ø eksoskeleton dari kitin

Ø memiliki karapaks/rangka luar yang keras

Ø kaki lima pasang

 

77.      Jawab: A

Urutan rantai makanan :

Detritus (3) à undur-undur laut (1) à camar (2) à senyawa organik (4) à dekomposer (5)

 

78.      Jawab: B

 

Undur-undur laut

Undur-undur darat

Golongan

Crustaceae

Insekta

Tubuh

2 bagian

3 bagian

Kaki

5 pasang

3 pasang

Antena

2 pasang

1 pasang

Ekskresi

Kelenjar hijau

Badan malphigi

 

79.      Jawab: D

Jika terjadi pencemaran merkuri pada sebuah ekosistem maka kandungan tertinggi ditemukan pada tingkat trofi tertinggi pada rantai makanan tersebut yaitu konsumen tingkat 3.

 

80.      Jawab: C

 

A

a

A

AA

Aa

a

Aa

aa

Normal (A) = ¾

Albino (a) = ¼

Segitiga paskal

Kemungkinan :

           1   1                   = jumlah anak 1

        1   2   1                 = jumlah anak 2

     1   3   3   1               = jumlah anak 3

  1   4   6   4   1             = jumlah anak 4

 

(A+a)4 = 1A4 + 4A3a1 + 6A2a2 + 4A1a3 + 1a4 = 4(3/4)3 (1/4)1 = 108/256 atau 27/64

 

81.      Jawab: B

Sistem endomembran adalah himpunan membran yang membentuk unit fungsional dan perkembangan tunggal, baik yang terhubung bersama-sama secara langsung, atau bertukar materi melalui transportasi vesikel. Sistem endomembran terdiri dari :

Ø selubung nukleus / karioteka

Ø retikulum endoplasma

Ø badan Golgi

Ø lisosom

Ø vakuola

Ø membran plasma

 

82.      Jawab: E

Biji kacang tanah yang kita makan mengandung :

Ø lapisan aleuron yang tersusun dari protein

Ø endosperma/cadangan makanan yang mengandung amilum

Ø embrio

 

83.      Jawab: C

Gambar 1 menunjukkan : translokasi resiprok : gen berpindah ke masing – masing kromosom non homolog (Kà C, C à K)

Gambar 2 : katenasi yaitu kromosom membentuk cincin / lingkaran

 

84.      Jawab: B

Kerikil suka di temukan pada bagian lambung pengunyah/ventrikulus ayam yang berfungsi membantu pencernaan mekanik .

Yang dimaksud dengan “

Ø crop/ tembolok : menyimpan makanan sementara

Ø proventrikulus/lambung kelenjar : berfungsi untuk pencernaan kimiawi

Ø sekum : usus buntu

Ø kloaka : tempat bermuaranya 3 saluran yaitu pencernaan, ekskresi dan reproduksi

 

85.      Jawab: C

Pinus merkusii tidak dapat melakukan autogami/ penyerbukan sendiri karena uniseksual/ berkelamin satu yaitu dalam satu strobilus hanya ditemukan makrospora atau mikrospora saja. Penyerbukan yang dilakukan adalah geitonogami/ penyerbukan tetangga.

 

86.      Jawab: A

Beberapa zat yang dihasilkan pada reaksi terang fotosintesis antara lain :

Ø  ATP : digunakan untuk pembentukan DPA/DPGA dari APG/PGA, pembentukan RDP/RuBP kembali dari ALPG/PGAL/G3P, peristiwanya disebut regenerasi

Ø  NADPH2 : digunakan untuk membentuk ALPG/PGAL/G3P tahapnya digolongkan pada reduksi

Ø  O2 : dilepaskan ke lingkungan

 

87.      Jawab: A

Tumbuhan yang memiliki anatomi kranz yang terlibat pada proses sintesis karbohidrat pada peristiwa fotosintesis dimiliki oleh golongan tumbuhan C4, antara lain : tebu, jagung, sorgum dll.

 

88.      Jawab: D

Peptidoglikan (peptida dan glikogen) merupakan senyawa penyusun dinding sel bakteri dan alga biru.

 

89.      Jawab: A

Bagian yang membantu menggulungnya daun tumbuhan Zea mays ketika suhu tinggi yang bertujuan untuk mengurangi penguapan adalah buliform/sel kipas. Yang dimaksud dengan :

Ø spina/duri sebenarnya : penonjolan epidermis dan stele

Ø trikoma/rambut kelenjar

Ø emergensia/ duri palsu : penonjolan epidermis dan korteks

Ø velamen : epidermis akar yang berfungsi menyimpan air

 

90.      Jawab: E

Ketika suhu tubuh meningkat akan merangsang pusat pengatur suhu pada hipothalamus, kemudian dikeluarkan brandikinin yang akan merangsang kerja kelenjar keringat (glandula sudorifera) untuk mengeluakan keringat. Kelenjar keringat (glandula sudorifera) terdapat pada kulit (integumen), tepatnya pada lapisan dermis. Dengan dikeluarkannya keringat suhu akan stabil kembali.