Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prestasi. Tampilkan semua postingan

28 Desember 2011

Herfen Suryati Guru SMA YPVDP Bontang Raih Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan 2011 dari Presiden RI

saat penyematan satyalancan bersama 3 orang guru dan 1 kepala sekolah
Anugerah tertinggi bidang pendidikan berupa tanda kehormatan satyalancana pendidikan disematkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Herfen Suryati, guru dengan segudang prestasi dari SMA YPVDP Bontang, pada puncak peringatan hari guru nasional 2011 dan HUT ke 66 PGRI, di Sentul International Convention Centre Bogor, Rabu (30/11). Penghargaan tersebut diberikan kepada guru dan kepala sekolah yang berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya.Turut hadir dalam acara ini Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, para ketua lembaga tinggi negara, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua PB PGRI Sulistiyo, dan sekitar 4500 guru dari seluruh Indonesia.
Selain pemberian tanda kehormatan satyalencana, juga diberikan bantuan tali kasih kepada 12 guru berprestasi dari Bank Negara Indonesia (BNI) 46. Adapun nama-nama penerima tali kasih tersebut adalah, Abdul Hajar (provinsi Kalsel), Imron Rosyidi (provinsi Jateng), Akib Ibrahim (provinsi Jabar), Herfen Suryati (Provinsi Kaltim), Mustafa (provinsi Kalsel),  kelima guru tersebut adalah penerima tanda kehormatan satyalancana Pendidikan, dan dan 7 orang lainnya adalah pemenang pertama lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran tingkat nasional yaitu Titin Wahyuningsih, Amir Hamzah, Abdul Azis Faisal, Aris Riyadi, Ainur Rojik, Sofyan, Diniati Hakim.
Peringatan HGN mengambil tema “Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa”. Sedangkan, subtema “Peningkatan Kinerja Guru untuk Pendidikan Bermutu”.  Tujuannya, meningkatkan kesadaran dan komitmen guru terhadap budaya mutu dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di samping itu, meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat bagi anak bangsa dalam meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu, serta meningkatkan kesadaran dan keperdulian masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, komprehensif, dan bermartabat.
Presiden menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas nama negara dan pemerintah  kepada pejuang dan pahlawan pendidikan di tanah air, dan  berharap, guru makin profesional, bermartabat, dan sejahtera. Selain presiden juga menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk selalu memberikan penghargaan dan apresiasi bagi insan-insan pendidikan yang berprestasi yang memiliki kinerja melebihi standar yang ditetapkan. “kita harus membangun budaya untuk menghargai setiap pencapaian prestasi’. Komitmen untuk terus memberikan penghargaan dan apresiasi tersebut ditunjukkan dengan selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam setiap agenda kegiatan PGRI.
Keberhasilan pencapaian prestasi tertinggi di bidang pendidikan ini diraihnya melalui suatu proses berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi dan hingga nasional. Materi yang di uji meliputi aspek kemampuan pedagogik, professional, kepribadian, social dan hasil karya/inovatif serta pembimbingan prestasi peserta didik. Selain itu peserta juga diwajibkan membuat dokumen portopolio yang berisi prestasi di bidang akademik, pedagogik dan sosial kemasyarakatan dan membuat deskripsi diri yang berjudul mengapa saya layak menjadi guru berprestasi. Menyusun dokumen portopolio setebal 8 rim kertas merupakan  satu dari sekian persyaratan yang paling melelahkan dan menyita banyak waktu. Di tingkat nasional seleksi dilakukan sangat ketat, bersaing dengan 33 guru-guru terbaik provinsi dan di nilai oleh dewan juri dari pakar dan praktisi pendidikan selama 3 hari.
Dalam proses pemilihan guru berprestasi tingkat Nasional Herfen Suryati berhasil meraih juara 2 tingkat nasional dan juara 3 Intel Education award. Intel education award merupakan penghargaan yang diberikan kepada guru yang menggunakan dan menerapkan pembelajaran dikelas berbasis ICT.
Berdasarkan prestasi yang di perolehnya dalam ajang pemilihan guru berprestasi tersebut, herfen suryati dinominasikan untuk menerima tanda kehormatan satyalancana pendidikan dari presiden RI yang diserahkan pada tanggal 30 oktober 2011.
Semua keberhasilan ini tidak lepas dari doa restu dan dorongan semangat dari keluarga, teman-teman, kepala sekolah SMA YPVDP Bontang Drs. Nuri Fathurohman, M.Pd, Perusahaan PT. Badak NGL, pemkot Kota Bontang, dan dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan timur bapak Musyahrim (kepala dinas provinsi) Dr, Nanang Riyono, M.Pd ketua dewan juri provinsi kaltim. Mudah-mudahan amal baik mereka mendapat imbalan yang sesuai.

24 Oktober 2011

Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional 2011

BONTANG - Hebat. Kata tersebut sepertinya tidak terlalu berlebihan jika ditujukan kepada Herfen Suryati salah seorang tenaga pendidik Kota Bontang. Betapa tidak, setelah sebelumnya sudah sempat beberapa kali dinobatkan sebagai guru terbaik Nasional bersama beberapa tenaga pengajar asal Kota Taman lainnya, Agustus 2011 lalu Herfen Suryati kembali berhasil meraih juara 2 Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional sekaligus juara 3 Intel Education Award di ajang pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi Tahun 2011

Kegiatan pemilihan guru SMA berprestasi tingkat Nasional bertempat di hotel Milenium Jakarta, melalui 4 tahap penilaian yaitu penilaian portopolio dan deskripsi diri, tes tertulis meliputi tes penguasaan kompetensi profesional, pemahaman wawasan kependidikan, dan tes kepribadian, penilaian karya tulis dan wawancara. Herfen Suryati  meraih nilai maksimal  dan tertinggi 34,17 pada portopolio,  33,2 pada tes tertulis dan 17,11 pada karya tulis. Penilaian kurang menguntungkan didapatnya pada penilaian wawancara dan presentasi.
Hal ini disebabkan terjadi perubahan urutan secara mendadak. Seharusnya ia mendapat giliran kedua, namun karena nomor urut pertama tidak siap di tempat uji, maka presentasi dilanjutkan pada urutan kedua. Alhasil proses wawancara menjadi tidak maksimal. Secara umum selisih total nilai yang diperolehnya dengan pemenang pertama sangat tipis, namun demikian ia merasa sudah cukup puas dengan prestasi yang telah ia capai.
Selain predikat juara 2 Guru Berprestasi Tingkat nasional, guru dengan segudang prestasi inipun berhasil menyabet predikat 3rd Winner of the Best Teacher dari Intel  Indonesia Corp. Penghargaan tertinggi yang diberikan untuk guru-guru yang mengintegrasikan teknologi dalam setiap aspek pembelajaran. “Ini merupakan  suprise, karena kegiatan pemilihan ini tidak ada dalam buku panduan, ternyata pihak intel pun mengirimkan juri untuk menilai sejauh mana pemanfaatan dan penerapan teknologi dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Pengumuman pemenang Intel Education Award 2011 dilakukan di Gedung A kemdiknas senayan jakarta pada tanggal 15 Agustus. "Dua belas guru ini disaring dari 231 guru yang berasal dari 33 provinsi” demikian ujarnya. Berikut nama-nama ke duabelas guru tersebut :
Kategori Guru:
1. Siti Zulfah Sulaiman (SMAN 3 Medan, Sumatera Utara)
2. Mustafa, SST.Par, M.Pd (SMKN 4 Makassar, Sulawesi Selatan)
3. Dra. Herfen Suryati (SMA YPUDP Bontang, Kalimantan Timur)
4. H. Imron Rosidi, S.Pd., M.Pd (SMKN 2 Pasuruan Jawa Timur)
5. Nur Azizah, S.Pd, M.Si (SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya, Sumatera Barat)

Kategori Kepala Sekolah dan Pengawas:
1. Drs. Tri Suharnowo, M.M (SMA YPHB Kota Bogor, Jawa Barat


2. Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd (SMAN 5 Purworejo, Jawa Tengah
3. Andi Candra, M.Pd (SMAN 1 Lebong Atas, Bengkulu
4. Drs. Ganda Santosa (Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan)

Kategori Pengajar Luar Biasa (PLB):
1. Solbi, S.Pd (SMALB Prof. Dr. Sri Soedewi, Jambi

Kategori Guru Berdedikasi:
1. Ali Tuasikal (SMAN 1 Pulau Haruku, Maluku) Kategori Tutor Paket-C:
1. Raden Roro Vemmi Kesuma Dewi (PKBM Budaya DKI Jakarta


 “Banyak manfaat dari kegiatan pemilihan guru berprestasi ini, selain bertemu dengan guru-guru berprestasi di 33 provinsi, peningkatan wawasan profesi, pendidikan, dan pengalaman yang bisa kami peroleh” demikian ungkapnya. Kesan yang paling ketika kami di undang untuk mengikuti upacara detik-detik kemerdekaan RI ke 66 langsung di Istana Negara dan mengikuti sidang paripurna DPR di gedung DPR MPR. Selain itu Presiden SBY pun berkenan menerima kami dan para teladan lainnya ramah-tamah pada tanggal 18 Agustus 2011.


Sejak berkiprah menjadi guru Biologi di Kota Bontang ini, Herfen Sudah meraih 33 Prestasi di tingkat Nasional dan 2 prestasi tingkat Internasional, dan direncanakan pada hari guru Nasional tanggal 25 November nanti beliau merupakan salah satu tokoh yang di nominasikan untuk menerima Satyalancana karya Satya Bidang pendidikan dari presiden RI.
Keberhasilan dan Prestasinya selama ini semua berkat dukungan yang demikian besar dari keluarga, terutama suaminya Drs. Herman Retnandar yang berprofesi sama sebagai guru Biologi di SMA YPK Bontang. Juga dukungan dari dinas Pendidikan Kota Bontang, dinas provinsi khususnya Bapak Musyahrim dan Bapak Nanang Rijono. Terimakasih yang tidak terhingga saya haturkan pada mereka semua, tanpa mereka saya tidak bisa berbuat banyak.

24 September 2011

Intel Education Award

Intel Berikan Penghargaan untuk Guru Melek Teknologi

http://www.tempo.co/hg/it/2011/08/16/brk,20110816-352087,id.html
foto bersama pemenang dari seluruh Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Intel Indonesia memberikan penghargaan kepada 12 guru, kepala sekolah, dan pengawas dari sekolah negeri yang mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar.

Penghargaan tahunan dengan tema "Intel Education Awards" ini dilakukan oleh Intel Education Initiative dan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia, pada Senin, 15 Agustus 2011.
"Dua belas guru ini disaring dari 231 guru yang berasal dari 33 provinsi," kata Imelda Adhisaputra, Direktur Corporate Affairs Intel Indonesia di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2011.

Para guru itu melalui berbagai tahapan, termasuk wawancara dan prensentasi untuk memaparkan penerapan teknologi dalam metode belajar mengajar mereka.
Imelda mengatakan tahun ini adalah penganugrahan ketiga Intel Education Awards. Dari tahun ke tahun, ia mengatakan telah melihat banyak contoh luar biasa dari pendidik yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar mengajar.

Tahun ini misalnya, kata dia, ada guru dari Pulau Haruaku, Maluku, yang melakukan pemanfaatan teknologi meski dengan fasilitas terbatas, bahkan listrik disana pun tidak stabil.
Siti Zulaifah Sulaiman, Guru SMAN 3 Medan, pemenang Kategori Guru, mengatakan tidak ingin guru kalah bersaing dengan muridnya dalam pemanfaatan teknologi. "Kami selalu ditantang untuk selangkah lebih maju daripada murid. Teknologi membuat kami bisa memberikan lebih banyak untuk para murid," ujarnya.
Herfen Suryati, Guru Biologi asal Kota Bontang, pemenang kategori Guru, mengatakan keberadaan teknologi sangat membantu dalam peningkatan aktivitas belajar siswa dan sebagai sumber belajar global. teknologi menghilangkan batas jarak dan waktu, sehingga guru tetap bisa monitoring aktivitas siswa dan melakukan proses pembelajaran tidak hanya di dalam kelas.

Imelda mengatakan Intel Education Awards ini merupakan bagian dari Intel Teach Program yang menyediakan bimbingan teknologi bagi para pendidik untuk memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar dan program ini telah melatih 75 ribu tenaga pengajar sejak diluncurkan empat tahun lalu.
Sementara itu, daftar pemenang Intel Education Awards antara lain:

Kategori Guru:
1. Siti Zulfah Sulaiman (SMAN 3 Medan, Sumatera Utara)
2. Mustafa, SST.Par, M.Pd (SMKN 4 Makassar, Sulawesi Selatan)
3. Dra. Herfen Suryati (SMA YPUDP Bontang, Kalimantan Timur)
4. H. Imron Rosidi, S.Pd., M.Pd (SMKN 2 Pasuruan Jawa Timur)
5. Nur Azizah, S.Pd, M.Si (SMAN 1 Koto Baru Dharmasraya, Sumatera Barat)

Kategori Kepala Sekolah dan Pengawas:
1. Drs. Tri Suharnowo, M.M (SMA YPHB Kota Bogor, Jawa Barat
2. Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd (SMAN 5 Purworejo, Jawa Tengah
3. Andi Candra, M.Pd (SMAN 1 Lebong Atas, Bengkulu
4. Drs. Ganda Santosa (Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan)

Kategori Pengajar Luar Biasa (PLB):
Solbi, S.Pd (SMALB Prof. Dr. Sri Soedewi, Jambi
Kategori Guru Berdedikasi:
Ali Tuasikal (SMAN 1 Pulau Haruku, Maluku) Kategori Tutor Paket-C:
Raden Roro Vemmi Kesuma Dewi (PKBM Budaya DKI Jakarta